HUT RI #81

MT Fatimatuzzahra Wlahar Bedah Sikap Rasulullah SAW Terhadap Anak

Oleh KUA Wangon
SHARE

Banyumas – Majelis Taklim Fatimatuzzahra Desa Wlahar bekerjasama dengan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan keagamaan yang berfokus pada penguatan pola asuh anak secara Islami. Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan ibu-ibu jamaah majelis taklim ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya mengadopsi keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam mengasuh dan mendidik generasi penerus di era modern. Senin (31/08)

Dalam materi kajiannya, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Joharulloh, membedah secara rinci bagaimana Rasulullah SAW memperlakukan anak-anak dengan penuh kasih sayang, kelembutan, dan rasa hormat. Ia menjelaskan bahwa pendekatan pengasuhan yang diajarkan oleh Nabi tidak menitikberatkan pada kekerasan atau tekanan, melainkan pada keteladanan, rasa empati, serta komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak.

"Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam mendidik anak. Beliau senantiasa memberikan rasa aman, mendengarkan mereka dengan penuh perhatian, dan tidak pernah lelah memberikan kasih sayang. Jika kita ingin melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan tangguh, maka pola asuh yang penuh kelembutan dan keteladanan sesuai sunnah Nabi inilah yang wajib kita terapkan di rumah," ujar Joharulloh di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut, pembahasan juga menyoroti tantangan pengasuhan di era digital saat ini, di mana benteng pertahanan utama anak terletak pada keharmonisan dan perhatian di dalam keluarga. Jamaah diajak untuk lebih peka terhadap kebutuhan emosional anak serta membiasakan penanaman nilai-nilai agama sejak dini melalui pendekatan yang humanistis. Pembekalan ini diharapkan mampu membentengi anak-anak dari pengaruh negatif lingkungan luar.

Kegiatan bimbingan penyuluhan ini disambut hangat oleh seluruh pengurus dan anggota Majelis Taklim Fatimatuzzahra Desa Wlahar. Melalui sinergi yang berkelanjutan antara penyuluh KUA Wangon dan majelis taklim, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan karakter berbasis sunnah Nabi dapat semakin meningkat, sehingga tercipta keluarga-keluarga yang sakinah serta melahirkan generasi muda yang berakhlakul karimah. (jhr)