MTs Negeri 3 Banyumas Ambil Bagian dalam Workshop FKKM MTs Kabupaten Banyumas, Perkuat Harmonisasi Kisi-Kisi dan Instrumen Penilaian
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas - Semangat meningkatkan kualitas pendidikan terus ditunjukkan oleh Forum Komunikasi Kelompok Musyawarah (FKKM) MTs Kabupaten Banyumas melalui penyelenggaraan workshop bertajuk “Harmonisasi Kisi-kisi dan Instrumen Penilaian untuk Capaian Pembelajaran yang Akurasi”. Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini menjadi ruang penguatan kompetensi guru dalam menyusun kisi-kisi dan instrumen penilaian yang selaras dengan capaian pembelajaran serta kebutuhan evaluasi pendidikan masa kini. Workshop diikuti oleh guru-guru MTs dari berbagai madrasah di Kabupaten Banyumas yang telah ditentukan oleh FKKM untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran para peserta menunjukkan besarnya semangat guru madrasah dalam terus belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih terukur, objektif, dan bermakna bagi peserta didik. Kamis (07/05)
Kegiatan workshop secara resmi dibuka oleh Ketua FKKM MTs Kabupaten Banyumas, H. Sudir. Dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun perangkat penilaian yang tidak hanya sekadar memenuhi administrasi, tetapi benar-benar mampu mengukur kemampuan peserta didik secara tepat dan akurat. Beliau juga menegaskan bahwa kualitas soal dan instrumen penilaian menjadi salah satu penentu keberhasilan proses pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan seperti workshop ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para guru tentang pentingnya harmonisasi antara capaian pembelajaran, indikator, kisi-kisi, hingga penyusunan soal yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan pendidikan saat ini.
Workshop semakin menarik dengan hadirnya narasumber Intan Permatasari, yang dikenal sebagai pembuat soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat nasional. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, sistematis, dan penuh pengalaman, beliau berhasil menghadirkan suasana pelatihan yang hidup dan inspiratif. Para peserta mendapatkan banyak wawasan baru terkait teknik penyusunan kisi-kisi, penyelarasan indikator soal dengan capaian pembelajaran, hingga strategi menyusun instrumen penilaian yang mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Berbagai contoh penyusunan soal juga dibahas secara mendalam sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung langkah-langkah penyusunan soal yang baik dan berkualitas.
MTs Negeri 3 Banyumas turut ambil bagian aktif dalam kegiatan ini dengan mengirimkan empat guru delegasi dari beberapa mata pelajaran, yaitu Al-Qur’an Hadis, IPA, Seni Budaya, dan Bahasa Jawa. Keikutsertaan para guru tersebut menjadi bentuk komitmen madrasah dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik agar terus berkembang mengikuti kebutuhan pembelajaran modern. Para delegasi tampak antusias mengikuti setiap sesi workshop, berdiskusi, serta mencatat berbagai poin penting yang disampaikan narasumber. Melalui kegiatan ini diharapkan para guru dapat membawa pulang ilmu dan pengalaman baru yang nantinya dapat diterapkan dalam penyusunan perangkat pembelajaran maupun evaluasi di lingkungan madrasah.
Selama workshop berlangsung, suasana kolaboratif dan semangat belajar bersama sangat terasa di antara para peserta. Diskusi mengenai penyusunan soal yang efektif, analisis capaian pembelajaran, hingga tantangan evaluasi pembelajaran di era sekarang menjadi topik yang menarik perhatian peserta. Banyak guru merasa kegiatan ini sangat membantu dalam memperluas pemahaman tentang pentingnya instrumen penilaian yang tidak hanya mengukur hafalan, tetapi juga kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan keterampilan berpikir kritis siswa. Kehadiran para guru dari berbagai madrasah juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik baik yang selama ini diterapkan di masing-masing satuan pendidikan.
Melalui workshop ini, FKKM MTs Kabupaten Banyumas berharap kualitas penyusunan kisi-kisi dan instrumen penilaian di madrasah semakin meningkat sehingga mampu menghasilkan evaluasi pembelajaran yang lebih akurat, objektif, dan sesuai dengan capaian pembelajaran yang diharapkan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa guru madrasah terus bergerak dan beradaptasi menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis. Dengan semangat belajar sepanjang hayat, kolaborasi antarguru, serta dukungan berbagai pihak, diharapkan lahir sistem penilaian yang lebih berkualitas dan mampu mendukung terciptanya generasi madrasah yang unggul, cerdas, dan berdaya saing tinggi di masa depan.(HumasMTsN3)
