Operator RA Banyumas Ikuti Bimtek EMIS 4.0 dan RDM

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto — Bertempat di D’Garden Hall n Resto, Kelompok Kerja Kepala Raudhatul Athfal Kabupaten Banyumas menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Madrasah Jenjang Raudhatul Athfal antara lain Education Management Information System (EMIS) 4.0, Raport Digital Madrasah (RDM), Pangkalan Data Ujian Madrasah (PDUM), dan lain sebagainya. Sabtu (13/12).

Kegiatan ini diikuti oleh 167 peserta yang merupakan operator Raudhatul Athfal se-Kabupaten Banyumas. Bimtek bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan operator RA dalam mengoperasikan Aplikasi Madrasah sebagai bagian dari upaya peningkatan tata kelola data dan layanan pendidikan madrasah yang akurat, efektif, dan akuntabel.

Ketua KKRA Kabupaten Banyumas, Nasroh, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai langkah strategis dalam mendukung transformasi digital di lingkungan Raudhatul Athfal. Ia berharap melalui bimtek ini, seluruh operator RA mampu mengelola data madrasah secara tepat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Wahyu Fauzi Aziz, dalam arahannya mengapresiasi inisiatif KKRA Kabupaten Banyumas yang secara konsisten menghadirkan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia madrasah. Ia menekankan pentingnya validitas dan ketepatan data Aplikasi Madrasah sebagai dasar pengambilan kebijakan dan peningkatan mutu layanan pendidikan RA.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh operator RA di Kabupaten Banyumas semakin profesional dan siap mendukung pengelolaan madrasah yang modern, transparan, dan berbasis data.

Kepala Kantor, Ibnu Asaddudin, dalam sambutannya ‘Rapor berakar pada konsep evaluasi (muhasabah) yang menyeluruh, tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga mencakup aspek afektif (sikap, akhlak) dan psikomotorik (keterampilan), dengan tujuan utama membentuk manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia” ungkapnya dalam pembukaan penulisan Rapot digital RA.

Hakikat rapor dalam perspektif Islam adalah sebagai bentuk Instrumen Evaluasi Menyeluruh (Holistik): Rapor dipandang sebagai alat untuk mengukur keberhasilan pendidikan Islam secara holistik, yang mencakup perkembangan keimanan, keilmuan, dan amalan (perilaku) peserta didik. Ini sejalan dengan tujuan pendidikan Islam itu sendiri, yaitu membangun peserta didik sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan Hadis.

Akuntabilitas dan Umpan Balik: Rapor berfungsi sebagai laporan hasil kegiatan yang disusun secara benar dan objektif, memberikan wawasan kepada orang tua, guru, dan siswa sendiri tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Motivasi untuk Perbaikan (Tindak Lanjut): Hasil evaluasi dalam rapor, baik yang memuaskan maupun tidak, harus digunakan sebagai motivasi. Nilai yang baik memotivasi untuk dipertahankan, sedangkan nilai yang kurang memuaskan memotivasi untuk belajar lebih giat dan memperbaiki diri. Ini mencerminkan prinsip evaluasi sebagai dasar analisis, perencanaan, dan tindak lanjut peningkatan kualitas pendidikan.

Prinsip Objektivitas dan Kejujuran: Evaluasi dalam Islam menekankan prinsip kejujuran, keikhlasan, dan objektivitas. Penilaian tidak boleh dipengaruhi oleh subjektivitas penilai.

Bukan Sekadar Angka: Hakikat rapor lebih dari sekadar kumpulan angka, melainkan cerminan dari sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan kepribadian Muslim yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. 

Terus glorifikasikan prestasi prestasi raudhatul athfal di manapun kapanpun di berbagai media sosial yang ada, terus amplifikasikan program program yang ada.