Optimalkan EPA dan Program Kerja: Penyuluh Agama Islam Gelar Diskusi Strategis di Z Corner

Oleh KUA KEMRANJEN
SHARE

BANYUMAS – Dalam upaya memperkuat peran dan fungsi penyuluh di tengah masyarakat, sejumlah Penyuluh Agama Islam (PAI) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banyumas menggelar diskusi koordinasi intensif terkait aplikasi Elektronik Penyuluh Agama (EPA) dan penajaman program kerja tahunan. Kamis (05/02)

Menariknya, kegiatan ini dilaksanakan dengan suasana santai namun produktif di Z Corner Alun-alun Banyumas. Lokasi ini dipilih sebagai titik kumpul strategis tepat setelah para penyuluh menyelesaikan agenda bimbingan dan penyuluhan rutin bagi warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Banyumas.

Diskusi kali ini menitikberatkan pada teknis pelaporan kinerja melalui aplikasi EPA. Sebagai instrumen digital resmi dari Kementerian Agama, EPA menjadi tolok ukur profesionalitas dan kedisiplinan penyuluh dalam mendokumentasikan setiap kegiatan dakwah dan sosial mereka.

Selain evaluasi digital, forum ini juga menjadi ajang tukar pikiran mengenai inovasi program kerja. Para penyuluh saling berbagi strategi tentang bagaimana menyentuh lapisan masyarakat yang lebih luas, mulai dari pemberantasan buta aksara Al-Qur'an hingga moderasi beragama.

Salah satu peserta aktif dalam diskusi tersebut adalah Miftahudin, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Kemranjen. Menurutnya, koordinasi lintas kecamatan seperti ini sangat krusial untuk menjaga ritme kerja dan keseragaman persepsi terhadap regulasi terbaru. "Kegiatan diskusi di Z Corner ini merupakan kelanjutan dari tugas kami pagi tadi di Rutan Banyumas. Selain membahas kendala teknis di aplikasi EPA, kami juga merumuskan bagaimana program kerja penyuluh ke depan bisa lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah kerja masing-masing seperti di Kemranjen," ujar Miftahudin di sela-sela diskusi.

Pemilihan waktu diskusi yang dilakukan usai kegiatan di Rutan Banyumas menunjukkan dedikasi para penyuluh yang tetap memanfaatkan waktu luang untuk konsolidasi organisasi. Sambil menikmati suasana terbuka di alun-alun, para abdi masyarakat ini berharap hasil diskusi ini dapat segera diimplementasikan guna meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di Kabupaten Banyumas.

Dengan adanya evaluasi berkala dan penguasaan teknologi informasi (EPA), diharapkan Penyuluh Agama Islam tidak hanya menjadi sosok pembimbing spiritual, tetapi juga menjadi aparatur yang akuntabel dan profesional dalam menjalankan misi pembangunan mental serta moral bangsa. (tm)