Optimalkan Mutu Pendidikan, Kemenag Banyumas Distribusikan 15 SK Mutasi Guru Madrasah

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto – Bertempat di Ruang Rapat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Kepala Kantor menyerahkan Surat Keputusan (SK) Mutasi bagi sejumlah guru madrasah di lingkungan Kemenag Banyumas. Agenda penyerahan SK ini dilaksanakan sekaligus dengan pemberian pembinaan bagi para pendidik yang akan menempati pos tugas baru. Rabu (01/07)

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor didampingi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU), Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma), serta tim bagian Kepegawaian Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas.

Dari total 17 formasi guru madrasah yang diusulkan untuk mutasi, pada tahap ini baru 15 SK guru yang resmi diterbitkan dan diserahkan. Sementara itu, 2 usulan sisa lainnya masih dalam proses penyelesaian akibat adanya dokumen persyaratan administrasi yang belum lengkap.

Dalam sesi pembinaan, Kasi Pendma Kemenag Banyumas, Wahyu Fauzi Aziz, mengingatkan para guru untuk segera melakukan penyesuaian diri di lingkungan madrasah yang baru. Beliau menekankan pentingnya menjaga nama baik instansi keagamaan di mana pun mereka ditugaskan.

"Kami harapkan di tempat kerja yang baru nanti, para guru dapat menerapkan pepatah 'di mana bumi dipijak, di mana langit dijunjung'. Jaga marwah lembaga kita dan berikan kontribusi terbaik bagi perkembangan anak didik," tegas Fauzi.

Senada dengan hal tersebut, Kasubbag TU turut memberikan motivasi kerja dari sudut pandang profesionalisme aparatur sipil negara. Beliau menekankan tanggung jawab moral seorang guru terhadap amanah dan negara yang telah memberikan hak mereka.

"Jangan sampai pihak yang membayar kita (negara dan masyarakat) merasa rugi. Oleh karena itu, kita wajib memberikan performa dan kontribusi terbaik sebagai timbal balik atas amanah yang telah diberikan kepada kita," ungkap Kasubbag TU.

Sebagai puncak pembinaan, Kepala Kantor Kemenag Banyumas memberikan arahan taktis mengenai pola kepemimpinan dan interaksi guru di lingkungan madrasah. Beliau meminta para tenaga pendidik untuk meninggalkan kebiasaan pasif dan lebih peka terhadap kondisi riil siswa di luar ruang kelas.

"Menjadi guru di era modern jangan suka menyendiri. Berinteraksilah secara aktif dengan rekan sejawat dan lingkungan sekitar. Jangan hanya diam di dalam ruangan, tetapi pantau langsung perkembangan dan aktivitas murid-murid Anda di lapangan," pesan Kepala Kantor secara tegas.

Melalui mutasi dan pembinaan ini, Kemenag Banyumas berharap adanya penyegaran atmosfer kerja di madrasah-madrasah penerima. Langkah ini diharapkan mampu memicu inovasi pembelajaran yang lebih hidup, dinamis, serta mampu mendongkrak mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan.