Otak Manusia Tidak Sama dengan Folder

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas :  Curriculum Squad MTs Negeri 3 Banyumas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka, yang diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan yang  berlangsung di MTs Negri 3 Banyumas, Sumbang. Sabtu (16/07)

Dikatakan Kepala Madrasah, Syarif Hidayat, bahwa Pendidikan harus mengedepankan tata kelola / manajemen talenta yang menjadi salah satu bagian dalam upaya mewujudkan visi Pendidikan nasional. Visi ini adalah hasil ijtihad para tokoh pendahulu di dalam meletakkan dasar kehidupan berbangsa menuju masyarakat yang berperadaban. Hal ini mengingatkan kepada lima karakter yang diharapkan akan terbentuk dari seorang guru, yakni berjiwa nasionalisme, bernalar, pembelajar, profesional, dan berorientasi pada peserta didik.

Disamping itu, melalui kurikulum merdeka, diharapkan akan muncul karakter siswa dari olah pikir siswa itu sendiri yang muncul dari stimulus guru dalam proses pembelajaran. “Ingat, otak kita tidak sama dengan folder-folder memori dalam computer. Sehingga, perlu keterampilan analitis baik analitis numerasi maupun analitis literasi yang dimiliki generasi kita. Fokus pada kurikulum merdeka adalah berpusat pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.”, sambungnya.

Beberapa keunggulan Kurikulum Merdeka, antara lain lebih sederhana dan mendalam, karena kurikulum ini akan fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya; bagi guru, mereka akan mengajar sesuai tahapan capaian dan perkembangan peserta didik; dan madrasah memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik;

lebih jauh lagi, relevansi dan interaksi di dlam peroses pembelajaran merupakan amanat penting dari Menteri DIKBUDRISTEK di mana pembelajaran melalui kegiatan projek akan memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual, misalnya isu kesehatan, social, lingkungan hidup, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila. Kompetensi ini pada akhirnya akan menumbuhkan generasi islam Rahmatan lil Alaamin. (rif/yud)