Pelajar Milenial Harus Pahami PUP

Oleh Dudiyono
SHARE

Purwokerto: Untuk meningkatkan pengertian dan kesadaran remaja agar didalam merencanakan keluarga mereka mempertimbangkan secara matang aspek-aspek yang berkaitan dengan kehidupan berkeluarga Pusat Informai dan Konseling Remaja (PIK-R) Bahagia SMA Negeri 4 Purwokerto menggelar seminar Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) pada Rabu (8/12) di Ruang Rupatama.

Anteng Saraswati, selaku Pembina PIK-R Bahagia menyampaikan, “Kegiatan ini penting dilaksanakan dengan sasaran generasi muda milenial. Dalam kegiatan ini kami memberikan materi tentang pembelajaran sex bagi remaja kaitannya dengan ilmu kedokteran. Kami memberikan pengenalan, kesadaran dan motivasi akan bahaya pergaulan bebas bagi remaja sehingga mereka dapat meraih cita-cita di masa depan, dan materi Pendewasan Usia Perkawinan (PUP) diantaranya menunda perkawinan sampai batas usia minimal untuk siap berkeluarga, mengusahakan agar kehamilan pertama terjadi pada usia yang cukup dewasa, menunda kehamilan anak pertama apabila telah terjadi perkawinan dini, sampai di usia 21 tahun. Kami memberikan materi dari kalangan yang profesional dibidangnya, agar peserta memahami betul dirinya dengan kesiapan masa depan ke jenjang perikahan”, jelasnya.

Novi Mulyani, dosen UIN Prof. Saifuddin Zuhri yang juga Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Banyumas selaku pemateri, menyampaikan “Tujuan program pendewasaan usia perkawinan (PUP) adalah untuk memberikan pengertian dan kesadaran kepada remaja agar didalam merencanakan keluarga, mereka dapat mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial, ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran”, jelasnya.

Lebih lanjut Ia menyampaikan, “Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan dalam berkeluarga antara lain; Persiapan Fisik, Persiapan Mental, Persiapan Ekonomi, Persiapan Pendidikan Keterampilan dan Persiapan Keyakinan atau agama. Perkawinan di usia dewasa akan menjamin kesehatan reproduksi ideal bagi wanita sehingga kematian ibu melahirkan dapat dihindari. Perkawinan di usia dewasa juga akan memberikan keuntungan dalam hal psikologis dan sosial ekonomi”, pungkasnya.

Dudiyono selaku Guru PAI di SMAN 4 Purwokerto ketika dihubungi disela-sela acara tersebut menyampaikan, “Kegiatan seminar PUP ini penting dilakukan karena memberikan kontribusi positif bagi generasi juda dalam mempersiapkan jenjang pernikahan nantinya menuju keluarga ideal sesuai harapan Agama dan Pemerintah. Kami berharap dengan kegiatan ini akan tumbuh kesadaran para remaja agar didalam perencanaan berkeluarga dapat mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial, ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran. Dan yang paling utama tentu kesiapan mental spiritual atau pemahaman dan penerapan nilai-nilai agama bagi remaja dalam menyikapi problema yang dihadapi nantinya”, jelasnya singkat. (Du)