Pengawas Madrasah Dilatih IKM , Cetak Generasi Yang Cerdas Secara Sepiritual Dan Sosial

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto : “ Kami berharap Bapak dan Ibu guru termasuk pengawas madrasah dapat menjadi rule model , agen – agen penguatan moderasi beragama di madrasah.” Jelas Kepala Kantor kemenag Kabupaten Banyumas H.Aziz Muslim, S.Ag,. M.Pd.I  didampingi oleh Kasi Pendma Edi Sungkowo, M.Pd saat membuka kegiatan pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) bagi Pengawas. Pelatihan yang diadakan oleh Kelompok Kerja Pengawas ini diikuti oleh pengawas madrasah se eks-Karsidenan Banyumas bertempat di D Garden Purwokerto, Selasa (20/07).

Pelatihan IKM diikuti oleh pengawas dari Kabupaten Banyumas sebanyak 16 orang , Kabupaten Purbalingga 16 orang, Kabupaten  Cilacap 16 orang, dan Kabupaten Banjarnegara 16 orang. Sebagai narasumber Shofar Sholahudin Bisri, S.Ag., M.Pd. dan  Suyanto, S.Ag., M.Pd.I.

Lebih lanjut  Aziz Muslim berharap bahwa mudah – mudahan anak – anak kita akan lahir menjadi generasi – generasi yang kuat secara intelektual , kuat secara moral juga cerdas secara sepiritual dan sosial.

“ Kita pernah mengalami kurikulum KTSP, Kurikulum 13 , Kurikulum Prototype , Kurikulum darurat, kurikulum merdeka ini kita sederhanakan sekaligus disempurnakan. Berbagai faktor juga ikut menjadi latarbelakang lahirnya kurikulum merdeka. Yakni menurunnya nasionalisem , komitmen kebangsaan yang sudah semakin luntur ditengah - tengah persaingan dunia global.” Jelasnya.

Kurikulum Merdeka memiliki beberapa keunggulan, antara lain lebih sederhana dan mendalam sehingga siswa bisa belajar lebih mendalam dan bermakna, serta enjoy dalam belajar , lebih merdeka, dalam arti siswa tidak memilih program pendidikan, tapi mereka diberi kebebasan memilih mata pelajaran sesuai bakat dan minatnya. satuan pendidikan berwenang mengembangkan kurikulum sesuai kondisi dan situasi satuan pendidikan tersebut; dan terkahir lebih relevan dan interaktif, siswa diberi kesempatan untuk mengeksplorasi isu-isu aktual di sekitar mereka. “ jelasnya lebih lanjut.

“ Hal tersebut juga mendukung pengembangan karakter dan profil pelajar Pancasila, dengan Kurikulum Merdeka, proses pembelajaran bisa benar-benar mengangkat dan mengembangkan potensi siswa.” Pungkas Aziz.

Sementara itu Charis Munandar pengawas dari Kabupaten Banyumas yang sekaligus sebagai panitia penyelenggara menjelaskan bahwa pelatihan IKM ini sudah menjadi keharusan bagi para pengawas.

“ Salah satu tujuannya adalah untuk membekali pengawas terkait dengan kurikulum merdeka, sehingga pada saat terjun langsung ke madrasah madrasah sudah memahami dan menguasai kurikulum merdeka.” Terangnya.(yud)