Penghulu Beri Pesan Khidmat tentang Hakikat Mawaddah wa Rahmah
Banyumas - Dalam prosesi akad nikah yang berlangsung khidmat di KUA Kemranjen, Kepala KUA Apriliyanto menyampaikan khutbah nikah yang penuh makna kepada pasangan pengantin. Dalam suasana yang tenang dan penuh harapan, ia mengajak kedua mempelai untuk memahami hakikat pernikahan sebagai ibadah dan perjalanan sakral menuju kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warohmah. Rabu (10/12)
Apriliyanto menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan juga amanah dari Alloh SWT yang wajib dijaga dengan komitmen yang kuat, kesabaran, dan kasih sayang. Menurutnya, keberkahan dalam rumah tangga akan diraih ketika suami dan istri mampu saling memahami dan menghormati satu sama lain, serta menunaikan hak dan kewajiban sesuai tuntunan syariat Islam.
“Rumah tangga yang sakinah itu bukan yang bebas dari masalah, tetapi yang mampu menyelesaikannya dengan kepala dingin dan hati yang lapang,” ujarnya. Dengan bahasa yang lembut, ia menyampaikan bahwa mawadah adalah cinta yang tumbuh karena ibadah, sementara warohmah adalah kasih sayang yang terus terjalin seiring perjalanan hidup bersama. Pesan ini menjadi inti dari khutbahnya, memberikan pemahaman bahwa setiap hubungan pasti menghadapi tantangan, namun yang terpenting adalah cara pasangan menghadapinya.
Dalam khutbahnya, Apriliyanto juga menyampaikan kepada kedua mempelai pentingnya menjadikan Alloh SWT sebagai tempat kembali dalam setiap persoalan yang dihadapi. Ia mengingatkan bahwa mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan dan menjaga komunikasi yang baik antara suami dan istri adalah kunci untuk menjaga keharmonisan dalam rumah tangga. “Keluarga yang diberkahi adalah keluarga yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling mendukung dalam ketaatan,” jelasnya.
Hadirin yang menyaksikan prosesi akad nikah tampak terhanyut dalam pesan-pesan penuh hikmah tersebut. Banyak dari mereka yang mengapresiasi gaya penyampaian Apriliyanto yang menenangkan dan penuh pembelajaran. Ditengah pernikahan yang sering kali dipandang sebagai acara seremonial, nasihat-nasihat ini memberikan nilai lebih, membantu pasangan pengantin untuk memulai lembaran baru dengan bekal spiritual yang kuat.
Nasihat yang disampaikan Apriliyanto diharapkan dapat menjadi pedoman bagi kedua mempelai dalam membangun keluarga yang harmonis, penuh cinta, dan selalu diliputi rahmat Allah SWT. KUA Kemranjen berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan berdampak yang tidak hanya fokus pada prosesi pernikahan tetapi juga menyiapkan generasi emas melalui fondasi keluarga yang kokoh.
Dengan cara ini, KUA Kemranjen tidak hanya berperan sebagai lembaga formal yang mencatat pernikahan, tetapi juga sebagai pengarah moral dan spiritual yang membantu masyarakat memahami arti sebenarnya dari pernikahan. Akhir kata, semoga setiap pasangan yang melewati prosesi akad nikah dapat meraih keberkahan dan kebahagiaan yang abadi, serta siap menghadapi setiap ujian yang datang dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. (fq)
