HUT RI #81

Penyuluh Agama Ajak Jamaah Wujudkan Rumah Penuh Kedamaian

K
KUA Wangon
17 Mar 2026
40x dibaca
SHARE

 

Banyumas - Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon menghadiri undangan tasyakuran menempati rumah baru milik Eka, salah satu anggota aktif Majelis Taklim (MT) Cinta Islam di Desa Cikakak (16/3). Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh puluhan jamaah majelis taklim serta tetangga sekitar yang datang untuk memberikan doa restu. Suasana syukur terpancar sepanjang acara, yang diisi dengan pembacaan tahlil, tahmid, dan doa bersama agar kediaman tersebut senantiasa diberkahi dan dilindungi oleh Allah SWT. Selasa (17/03/26)

Dalam kesempatan tersebut, hadir Joharulloh selaku Penyuluh Agama Islam KUA Wangon yang memberikan tausiyah singkat mengenai makna keberkahan sebuah hunian. Joharulloh menekankan bahwa sebuah rumah bukan sekadar bangunan fisik yang megah, melainkan tempat bersemainya nilai-nilai ibadah dan ketenangan batin. Ia mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk menjadikan rumah sebagai madrasah pertama bagi keluarga, di mana komunikasi yang baik dan ketaatan kepada Tuhan menjadi fondasi utamanya.

Lebih lanjut, Joharulloh menjelaskan konsep Baiti Jannati atau "Rumahku Surgaku" yang bisa diwujudkan dengan menghidupkan syiar agama di dalam rumah, seperti rutin membaca Al-Qur'an dan melaksanakan salat berjamaah. Menurutnya, rumah yang penuh dengan zikir akan memancarkan energi positif dan kedamaian yang dapat dirasakan oleh penghuninya maupun masyarakat sekitar. Pesan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Ibu Eka dan keluarga dalam memulai lembaran baru di lingkungan tersebut.

"Rumah yang berkah adalah rumah yang di dalamnya senantiasa terdengar lantunan ayat suci dan doa. Saya mengajak Ibu Eka dan kita semua jamaah untuk senantiasa mewujudkan rumah yang penuh kedamaian dengan cara menjaga keharmonisan keluarga serta menjadikan rumah sebagai tempat yang nyaman untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Inilah inti dari tasyakuran yang kita laksanakan hari ini," ujar Joharulloh dalam tausiahnya.

Eka, selaku tuan rumah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kehadiran serta bimbingan dari penyuluh agama dan rekan-rekan Majelis Taklim Cinta Islam. Ia berharap rumah barunya tersebut dapat memberikan manfaat dan menjadi tempat silaturahmi yang membawa kebaikan bagi banyak orang. Acara ditutup dengan ramah tamah dan buka bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur atas rezeki yang telah diterima.

"Alhamdulillah, tasyakuran ini adalah bentuk rasa syukur saya atas anugerah rumah ini. Saya sangat berterima kasih atas arahan dari Pak Joharulloh. Semoga rumah ini benar-benar bisa menjadi tempat yang damai bagi keluarga kami dan selalu terbuka untuk kegiatan positif bagi jamaah Majelis Taklim Cinta Islam," ungkap Ibu Eka dengan penuh haru. (jhr)