Penyuluh Agama Ajak Masyarakat Kelola Sampah
Oleh penyuluh
Lemberang - Permasalahan sampah adalah permasalahan kita Bersama. Jika permasalahan sampah ini tidak segera ditangani maka akan membahayakan kesehatan kita semuanya bahkan akan merugikan secara ekonomi khususnya yang tertimpa dampak sampah.
Untuk mengantisipasi hal tersebut penyuluh bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan juga anggota DPRD kabupaten Banyumas Ibu Tati Irawati menggelar pelatihan pengelolaan sampah bertempat di pondok pesantren Raudlatul Ikhwan desa Lemberang, Sabtu (12/2).
Pelatihan yang menggunakan dana aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Banyumas Tati Irawati dari Fraksi PKB ini menghadirkan Ir. Junaidi, MT (Kepala DLH Kab. Banyumas), Tati Irawati (Anggota F-PKB DPRD Kab. Banyumas), Camat Sokaraja, Pj. Kepala Desa Lemberang, Tim DLH Kab. Banyumas, peserta Pelatihan sebanyak 50 orang berasal dr Fatayat NU Sokaraja dan KSM Lemberang.
Pemateri disampaikan oleh Kepala DLH Kab. Banyumas, Ibu Tati Irawati, Faidus Saad,S.Ag, MSI (Penyuluh Agama Islam Kemenag Kab. Banyumas/Tokoh Masyarakat Pemerhati Sampah) dan Wilopo Untung Handoyo, ST (Kabid PP DLH Kab.Banyumas).
Dalam sambutannya kepala DLH Kabupaten Banyumas menyampaikan tentang kondisi sampah di Banyumas. Tahun 2018 Kabupaten Banyumas pernah mengalami darurat sampah di mana ketika ada TPA Kaliori tidak menerima sampah, sampah menumpuk di perkotaan. Kotapun menjadi bau dan kotor. Alhamdulillah sampai sekarang bisa diatasi, karena ada peran serta dari masyarakat. Untuk itu sangat perlu peran serta dari masyarakat untuk ikut menangani pengelolaan sampah.
Tati Irawati Anngota Dewan Fraksi PKB menyampaikan bagaimana menjadikan sampah ini sebagai berkah, bukan masalah. Kuncinya adalah mind set. Beliau berharap 50 peserta pelatihan ini akan mempunyai mind set dan mewujudkan dalam tindakan nyata untuk mengelola sampah, sehingga sampah ini betul-betul menjadi berkah, bukan masalah yang pada akhirnya bisa menambah kesejahteraan keluarga.
Faidus Saad selaku Penyuluh Agama Islam dan juga wakil dari pemerhati sampah menyampaikan ajaran Islam tentang bahaya dosa buang sampah sembarangan dan kiat mengubah potensi dosa menjadi pahala. Dosa sampah ini sangat berat, karena untuk pengampunan dosanya disamping harus mohon maaf kepada Allah juga harus meminta maaf kepada orang yang terdampak dari buang sampah sembarangan ini. Resiko yang lain adalah doa dari orang teraniaya atas perbuatan kita membuang sampah sembarangan.
"Dengan potensi dosa yang sangat berat kemudian di iringi dengan pengelolaan sampah yang baik dan benar justru akan membawa rezeki bagi orang yang bisa mengelolanya dan pada akhirnya akan berlimpah pahala bagi pengelola sampah tersebut," terangnya.
Ditempat yang sama Wilopo dari DLH menyampaikan secara teknis Bagaimana pengelolaan sampah yang baik, dan menindak lanjutinya pembentukan KSM dan pembentukan Bank Sampah.
Supriyanto selaku anggota KSM mengucapkan terima kasih kepada Tati Irawati dan para Narasumber yang lain yang telah memberikan Pelatihan Pengelolaan Sampah ini. Harapannya kepada Pemerintah dan Dewan terus mendampingi dan memfasilitasi KSM Sampah ini supaya terus maju dan berkembang.(Edo)
