Penyuluh Agama Fungsional di Ajari Pencegahan Stunting
Oleh penyuluh
Purwokerto - Stunting atau ‘pendek’ disebabkan oleh multifaktor, selain asupan makanan. Organisasi kesehatan dunia, WHO menetapkan kerangka konsep penyebab terjadinya stunting yang berasal dari tingkat rumah tangga (keluarga) maupun komunitas (masyarakat).
Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Fungsional Kabupaten Banyumas yang diwakili oleh pengurus harian, mendapatkan penjelasan terkait hal itu yakni pencegahan Stunting oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, di Hotel Surya Yudha Purwokerto, Rabu (23/3).
Kegiatan yang bertema pertemuan lintas agama dalam strategi komunikasi perubahan perilaku percepatan pencegahan Stunting di Kabupaten Banyumas Tahun 2022 dibuka oleh Bupati Banyumas yang diwakili oleh Aspemkesra Purwadi Santosa.
Bupati Banyumas dalam sambutannya yang dibacakan oleh Aspemkesra mengatakan bahwa saat ini Banyumas merupakan kabupaten dengan tingkat prevalensi stunting yang sudah mendekati target, yaitu 14% di tahun 2024. Saat ini, Kabupaten Banyumas berada di angka 14.2% yang artinya masih butuh kerja keras dari berbagai pihak dalam penanggulangan stunting.
“Saya yakin, dengan segenap usaha kita, para tokoh agama disertai dengan kerja sama dan sinergisitas dari berbagai pihak, masalah stunting di wilayah Kabupaten Banyumas bisa kita turunkan kembali menuju Banyumas Bebas Stunting 2024,” kata bupati.
