HUT RI #81

Penyuluh Agama Islam Mengikuti Kaderisasi PPTI Kabupaten Banyumas

K
KUA Purwokerto Utara
03 Feb 2026
9x dibaca
SHARE

Banyumas - Penyuluh Agama Islam Kecamatan Purwokerto Utara mengikuti kegiatan sosialisasi dan kaderisasi Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kabupaten Banyumas. Selasa (03/02)

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Banyumas, dan diikuti oleh Penyuluh Agama Islam dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Banyumas.

Sosialisasi dan kaderisasi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat peran masyarakat, khususnya para penyuluh, dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi persoalan kesehatan publik.

Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman yang komprehensif mengenai TBC, mulai dari penyebab, cara penularan, gejala, hingga pentingnya pengobatan yang tuntas dan berkelanjutan.

Materi yang disampaikan tidak hanya menekankan aspek medis, tetapi juga pendekatan sosial dan psikologis dalam mendampingi pasien TBC di tengah masyarakat.

Pendekatan empati dan nilai-nilai keagamaan turut menjadi bagian penting dalam kaderisasi ini, agar pesan-pesan kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang menyejukkan dan mudah diterima oleh masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diajak memahami pentingnya peran kader PPTI dalam mengikis stigma negatif terhadap penderita TBC yang masih kerap dijumpai di lingkungan sekitar.

Penyuluh Agama Islam dinilai memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, penyuluh diharapkan mampu berperan tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pendamping, pendengar, serta penguat mental dan spiritual bagi pasien TBC dan keluarganya.

Kehadiran penyuluh di tengah masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan kepatuhan dalam menjalani pengobatan hingga tuntas.

Selain itu, penyuluh juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri dan mengakses layanan kesehatan yang tersedia.

Kegiatan kaderisasi ini mengusung semangat “TBC Bisa Diobati, Sembuh” sebagai pesan utama yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas.

Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa TBC bukanlah penyakit yang harus ditakuti atau disembunyikan, melainkan dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan dukungan lingkungan sekitar.

Melalui keterlibatan aktif Penyuluh Agama Islam Purwokerto Utara sebagai kader PPTI, diharapkan terbangun sinergi antara pendekatan kesehatan dan keagamaan dalam upaya pencegahan TBC.

Langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan penuh ketulusan diyakini mampu membawa dampak besar bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan masyarakat Banyumas yang lebih sehat, berdaya, dan saling menguatkan, seiring doa dan usaha yang terus berjalan beriringan.

Penyuluh Agama Islam Purwokerto Utara, Pujo Rochmadi, menyampaikan bahwa keterlibatan penyuluh dalam kaderisasi PPTI merupakan wujud kepedulian terhadap kesehatan umat dan komitmen untuk hadir mendampingi masyarakat dalam berbagai persoalan kehidupan.