Penyuluh Ajak Jamaah MT di Karangpucung Perkuat Moderasi Beragama
Purwokerto – Upaya penguatan moderasi beragama terus digelorakan di tengah masyarakat. Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Selatan, Rachmat Kurniawan, memberikan penyuluhan tentang moderasi beragama di hadapan jamaah Majelis Taklim Sholehah binaan Pengurus Muslimat NU Ranting Karangpucung. Kamis (12/02/26).
Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Baitussholihin Karangpucung, Purwokerto Selatan, tersebut dihadiri sekitar 70 jamaah, mayoritas ibu-ibu Muslimat NU yang secara rutin mengikuti kegiatan pengajian.
Dalam penyampaiannya, Rachmat menekankan bahwa moderasi beragama merupakan sikap beragama yang mengedepankan keseimbangan, toleransi, serta menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Ia mengingatkan bahwa tantangan kehidupan berbangsa saat ini tidak hanya datang dalam bentuk konflik fisik, tetapi juga melalui arus informasi digital yang kerap memuat kabar tidak benar atau hoaks.
“Di era media sosial, kita harus membiasakan diri untuk tabayun, melakukan klarifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkan sebuah informasi. Jangan mudah menelan berita yang berseliweran tanpa memastikan kebenarannya,” ujarnya di hadapan jamaah.
Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman, bahkan berpotensi memecah belah persaudaraan. Karena itu, sikap bijak dalam bermedia sosial menjadi bagian penting dari implementasi moderasi beragama.Lebih lanjut, Rachmat menegaskan pentingnya peran ibu dalam menjaga ketahanan keluarga. Ibu tidak hanya berfungsi sebagai pendidik pertama bagi anak-anaknya, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan yang moderat di lingkungan sekitar.
“Ibu-ibu memiliki posisi strategis. Dari rumah tangga lahir generasi penerus bangsa. Jika para ibu menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, dan semangat persatuan, maka keluarga akan menjadi benteng pertama dari berbagai upaya yang ingin memecah belah bangsa,” tuturnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, persatuan tidak lahir begitu saja, tetapi harus dirawat melalui komunikasi yang baik, saling menghormati, serta kesadaran bersama untuk menjaga keutuhan NKRI.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan interaktif. Para jamaah tampak antusias mengikuti materi serta berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi keluarga di tengah derasnya arus informasi digital.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan nilai-nilai moderasi beragama semakin mengakar di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan Muslimat NU Karangpucung, sehingga tercipta keluarga yang harmonis, religius, dan berkomitmen menjaga persatuan bangsa.
