Penyuluh Bekali Catin dengan Kunci Keluarga Harmonis
Purwokerto – Memasuki pertengahan Maret, KUA Purwokerto Timur terus memberikan pembekalan bagi pasangan calon pengantin (catin). Penyuluh Agama Islam, Mohammad Yusup, memberikan Bimbingan Perkawinan (Binwin) kepada pasangan Ipo Novianto dan Dyah Ayumurni Kartikasari. Senin (16/3)
Ipo Novianto merupakan warga Kelurahan Kebon Manis, Cilacap Utara, sedangkan calon istrinya, Dyah Ayumurni Kartikasari, adalah warga Desa Sokaraja Tengah, Kecamatan Sokaraja. Pasangan lintas kabupaten ini sebelumnya telah mendaftarkan pernikahan mereka secara mandiri melalui sistem pendaftaran online.
Sebelum sesi bimbingan dimulai, keduanya telah melewati tahap pemeriksaan berkas yang ketat. Mohammad Yusup turut memastikan keabsahan wali nikah dari pihak perempuan, yakni Prasetyo Budhi Harjanto, yang telah terverifikasi secara administratif sebagai wali nasab yang sah.
Dalam sesi bimbingan tatap muka tersebut, Mohammad Yusup menekankan pentingnya membangun fondasi spiritual dan emosional yang kuat sebelum memasuki gerbang rumah tangga.
Mohammad Yusup menyampaikan bahwa menjaga agar keluarga tetap harmonis adalah dengan menumbuhkan rasa saling rida dan memahami kekurangan pasangan.
"Kunci keharmonisan bukan terletak pada tidak adanya masalah, melainkan pada cara suami dan istri mengelola konflik dengan kepala dingin. Jadikan musyawarah sebagai budaya dalam rumah tangga agar setiap riak kecil tidak menjadi besar," ujar Yusup.
Yusup menambahkan bahwa kesabaran adalah napas dalam sebuah pernikahan. Ia mengingatkan pasangan ini untuk selalu menempatkan ibadah sebagai pengikat kasih sayang, sehingga keberkahan senantiasa menaungi kehidupan mereka ke depan.
Sebagai bentuk apresiasi atas kesiapan dan kelengkapan administrasi pasangan tersebut, sesi akhir Yusup memberikan cendera mata kepada kedua calon mempelai. Pemberian ini merupakan simbol doa dan dukungan dari KUA Purwokerto Timur agar prosesi akad nikah yang telah direncanakan dapat berjalan lancar tanpa kendala.
Kedua calon mempelai tampak antusias menerima bimbingan tersebut sebagai bekal berharga sebelum mereka resmi menyandang status sebagai suami-istri. (jw)
