HUT RI #81

Penyuluh Berjuang Lawan Arsip KUA yang Belum Tertata

KUA KEMRANJEN
KUA KEMRANJEN
12 Feb 2026
44x dibaca
SHARE

Banyumas - Di era digital seperti sekarang, manajemen arsip menjadi salah satu aspek penting dalam sebuah organisasi. Bagi KUA Kemranjen, upaya merapikan dan menata arsip bukanlah hal yang mudah, namun sangat diperlukan. Salah satu sosok yang giat berjuang dalam penataan ini adalah Pendekar Yono, penyuluh agama Islam yang berdedikasi tinggi, yang selain melaksanakan tugas utamanya sebagai penyuluh tapi tetap semangat membantu rekan rekan lainnya di KUA Kemranjen. Kamis (12/02)

Pendekar Yono melaksanakan penomoran pada arsip register (blangko N) yang akan dijilid. Kegiatan ini diadakan di ruang Back Office KUA Kemranjen dan menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan bahwa semua dokumen tertata dengan baik. Dengan penomoran yang jelas, diharapkan pencarian dokumen akan lebih cepat dan efisien, serta mengurangi kemungkinan kesalahan administratif.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, sangat mendukung upaya ini. Ia terus berupaya mengoptimalkan keahlian dari internal KUA Kemranjen untuk merawat dan melakukan penataan yang lebih baik. "Kami ingin KUA Kemranjen menjadi tempat yang tertata dan nyaman bagi semua, tidak hanya untuk pegawai, tetapi juga untuk masyarakat yang membutuhkan layanan kami," ungkapnya.

Kerjasama dan kerja keras seluruh ASN KUA Kemranjen juga patut diapresiasi. Tanpa dukungan tim yang solid, usaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih teratur dan efektif akan sulit tercapai. Pendekar Yono dan rekan-rekannya telah menunjukkan bahwa dengan niat dan komitmen yang tinggi, pengelolaan arsip dapat dilakukan dengan cara yang lebih profesional dan sistematis.

Dengan adanya upaya seperti ini, bukan hanya arsip yang menjadi tertata, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pelayanan di KUA Kemranjen. Pengunjung akan merasakan atmosfir yang lebih baik, dan pegawai pun dapat melaksanakan tugas mereka dengan lebih optimal.

Sebagai penutup, perjuangan Pendekar Yono dalam melawan arsip yang belum tertata merupakan langkah penting bagi pengembangan KUA Kemranjen. Semoga usaha ini bisa menjadi inspirasi bagi instansi lain yang juga ingin meraih KUA yang tertata dan nyaman, demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.