Penyuluh Bimbing Warga Binaan Lapas Narkotika Mengaji di 10 Hari Terakhir
Purwokerto – Suasana khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Purwokerto memasuki fase pamungkas bulan suci Ramadan 1447 H. Memanfaatkan momen istimewa di 10 hari terakhir, Penyuluh Agama Islam fungsional Purwokerto Timur, Mohammad Yusup, secara intensif memberikan bimbingan mengaji dan pendalaman spiritual bagi para warga binaan. Rabu (11/03)
Kegiatan yang berlangsung di masjid lingkungan Lapas ini menjadi bagian dari program penguatan mental dan spritual agar para warga binaan dapat menjemput keberkahan malam Lailatul Qadar.
Mohammad Yusup terlihat dengan telaten menyimak bacaan Al-Qur'an satu per satu warga binaan. Menurutnya, antusiasme peserta justru meningkat tajam di penghujung Ramadan ini.
"Di 10 hari terakhir ini, kami fokus pada perbaikan bacaan (tahsin) dan tadarus bersama. Saya katakan kepada mereka bahwa pintu taubat dan keberkahan Ramadan terbuka luas bagi siapa saja yang mau berinteraksi dengan Al-Qur'an, tanpa memandang masa lalu mereka," ujar Yusup.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengejar khatam Al-Qur'an, melainkan sebagai sarana self-healing (penyembuhan diri) dan refleksi batin bagi para warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih religius.
Program pembinaan ini mendapat dukungan penuh dari pihak manajemen Lapas Narkotika Kelas IIA Purwokerto. Nurul, perwakilan dari bagian pembinaan Lapas, menyampaikan bahwa kehadiran penyuluh agama sangat membantu dalam proses rehabilitasi mental para penghuni.
Sementara itu, Nurul dalam sambutan dan arahannya menyampaikan bahwa sinergi antara Kemenag dan Lapas ini merupakan instrumen penting dalam membentuk karakter warga binaan yang tangguh.
"Kami melihat perubahan positif pada perilaku warga binaan selama mengikuti bimbingan ini. Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti di bulan Ramadan saja, tetapi menjadi fondasi kuat bagi mereka untuk meninggalkan jeratan narkoba selamanya melalui pendekatan iman dan takwa," ungkap Nurul.
Hingga berita ini diturunkan, kegiatan tadarus dan bimbingan mengaji tersebut dijadwalkan akan terus berlangsung hingga malam Idul Fitri tiba, ditutup dengan pemberian motivasi spiritual bagi mereka yang belum bisa berlebaran bersama keluarga di rumah. (jw)
