Penyuluh Edukasi Moderasi Beragama Sebagai Jalan Tengah Menuju Komitmen Kebangsaan
Banyumas – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Gumelar, Ahmad Suwandar, melaksanakan kegiatan Bimbingan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan di Perkumpulan Pemuda Desa Cilangkap. Kegiatan ini secara khusus membahas materi penting tentang Moderasi Beragama, sebuah konsep yang dicanangkan oleh Kementerian Agama sebagai upaya menjaga kerukunan umat. Rabu (10/12)
Dalam penyampaiannya, Ahmad Suwandar menjelaskan bahwa moderasi beragama adalah jalan tengah dalam praktik keagamaan. Konsep ini menolak segala bentuk ekstremisme dan kekerasan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, keadilan, dan komitmen kebangsaan.
Topik-topik utama yang didiskusikan meliputi penerapan nilai-nilai agama yang seimbang dan harmoni dalam masyarakat yang majemuk. Beliau menekankan pentingnya menghargai perbedaan, mempromosikan dialog antarumat beragama, dan mengedepankan kemanusiaan sebagai nilai utama di atas segala perbedaan.
“Moderasi beragama mengajarkan kita untuk tidak hanya menjadi Muslim yang taat, tetapi juga warga negara yang baik. Kita harus menolak pandangan yang mengajak pada ekstremisme. Intinya, kita harus mampu menghargai perbedaan, berdialog, dan mengedepankan kemanusiaan sebagai nilai utama. Komitmen kebangsaan kita harus sejalan dengan praktik keagamaan kita,” tegas Ahmad Suwandar di hadapan para pemuda.
Kegiatan Bimluh ini disambut baik oleh pemuda Desa Cilangkap, yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga kerukunan, mempromosikan sikap toleran, dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat desa. (adl)
