Penyuluh Fungsional Sampaikan Edukasi Pencegahan Perkawinan Anak, Stunting, dan Sosialisasi Rashdul Kiblat
Oleh KUA Purwokerto Barat
Banyumas – Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Purwokerto Barat, Lu'luatul Fauziati, menyampaikan bimbingan dan penyuluhan mengenai pencegahan perkawinan anak, pencegahan stunting, serta sosialisasi Rashdul Kiblat dalam kegiatan pertemuan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perwanida PPAI dan KUA Pekuncen yang diselenggarakan di Pekuncen. Jumat (10/07)
Dalam penyampaiannya, Lu'luatul Fauziati menegaskan bahwa pencegahan perkawinan anak merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Menurutnya, perkawinan pada usia anak berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, baik terhadap kesehatan, pendidikan, maupun kesejahteraan keluarga di masa depan.
Selain itu, ia juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak masa pranikah. Calon pasangan suami istri diharapkan memiliki kesiapan fisik, mental, dan ekonomi agar mampu mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas. Ia mengajak seluruh peserta untuk berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pola hidup sehat, serta perencanaan keluarga yang baik.
Pada kesempatan yang sama, Lu'luatul Fauziati turut menyosialisasikan fenomena Rashdul Kiblat, yaitu momen ketika posisi Matahari berada tepat di atas Ka'bah sehingga bayangan benda tegak dapat dimanfaatkan untuk memastikan arah kiblat secara akurat. Sosialisasi ini diharapkan dapat menambah wawasan peserta sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk mengecek kembali arah kiblat masjid, musala, maupun tempat ibadah di lingkungan masing-masing.
Peserta pertemuan mengikuti kegiatan dengan antusias serta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar materi yang disampaikan. Melalui kegiatan ini diharapkan anggota Dharma Wanita Perwanida PPAI dan KUA Pekuncen dapat menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat dalam upaya mencegah perkawinan anak, menekan angka stunting, serta meningkatkan pemahaman tentang penentuan arah kiblat yang benar.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan diharapkan mampu memperkuat sinergi antara penyuluh agama, Dharma Wanita, dan masyarakat dalam mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, berkualitas, dan berketahanan. (is)
