Penyuluh Hadiri Musdes Rembug Stunting di Desa Jurangbahas
Oleh KUA Wangon
Banyumas - Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon turut mengambil peran aktif dalam upaya penanganan isu kesehatan nasional melalui keikutsertaan dalam Musyawarah Desa (Musdes) Rembug Stunting. Kegiatan strategis yang berlangsung di Aula Pertemuan Desa Jurangbahas ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta instansi lintas sektoral terkait tingkat kecamatan. Selasa (14/07)
Kehadiran Penyuluh Agama dalam forum ini mempertegas pentingnya kolaborasi antara pendekatan kesehatan medik dan bimbingan keagamaan dalam menekan angka stunting. Melalui sinergi ini, upaya pencegahan tidak hanya bertumpu pada intervensi gizi semata, melainkan juga menyasar pada edukasi kesiapan mental, spiritual, dan pemahaman keluarga sakinah bagi masyarakat secara menyeluruh.
Dalam kesempatan tersebut, Rochmatul selaku Penyuluh Agama KUA Wangon yang hadir, menekankan pentingnya pembekalan sejak dini, khususnya bagi para calon pengantin. Menurutnya, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan kesiapan mengarungi bahtera rumah tangga dari sudut pandang agama merupakan fondasi utama dalam melahirkan generasi yang sehat walafiat dan berkualitas.
"Kami di KUA Wangon berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan edukasi pencegahan stunting ini ke dalam program bimbingan perkawinan maupun penyuluhan rutin di majelis taklim. Pendekatan keagamaan terbukti efektif menyentuh kesadaran masyarakat dari tingkat keluarga terkecil," ujar Rochmatul saat memberikan tanggapan di sela-sela kegiatan.
Melalui Musdes ini, Desa Jurangbahas menyepakati sejumlah rencana aksi nyata serta pemanfaatan anggaran desa guna mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya. Kegiatan rembug stunting ini diakhiri dengan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk KUA Wangon, untuk terus mendampingi, mengedukasi, dan memantau tumbuh kembang anak demi masa depan generasi penerus yang lebih baik. (rkh)
