HUT RI #81

Penyuluh Hadirkan Keteguhan dan Harapan bagi Pasien Rawat Inap

K
KUA pekuncen
13 Feb 2026
33x dibaca
SHARE

Banyumas – Suasana haru dan penuh kehangatan terasa di ruang rawat inap Puskesmas 1 Pekuncen. Tiga Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pekuncen, yakni Sudiro, Rohmat, dan Miftakhul Faozi, hadir memberikan bimbingan rohani kepada para pasien yang tengah menjalani perawatan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kondisi spiritual pasien, selain ikhtiar medis yang terus dilakukan oleh tenaga kesehatan. Jumat (13/02)

Dalam kunjungan tersebut, para penyuluh menyapa pasien satu per satu dengan penuh empati dan kelembutan. Mereka memberikan motivasi, tausiyah singkat, serta doa bersama agar para pasien diberikan kesabaran, kekuatan, dan kesembuhan. Bimbingan rohani ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat optimisme serta memperkuat keimanan pasien dalam menghadapi ujian sakit.

Sudiro dalam pesannya menyampaikan bahwa sakit bukanlah sekadar musibah, melainkan juga bentuk kasih sayang Allah SWT yang dapat menggugurkan dosa dan meningkatkan derajat seseorang di sisi-Nya. Ia mengajak para pasien untuk tetap husnuzan (berprasangka baik) kepada Allah serta tidak putus asa dalam berdoa dan berikhtiar.

Sementara itu, Rohmat menekankan pentingnya menjaga ketenangan hati selama proses pengobatan. Menurutnya, ketenangan batin memiliki pengaruh besar terhadap proses penyembuhan. Dengan hati yang lapang dan penuh tawakal, pasien diharapkan dapat menjalani perawatan dengan lebih sabar dan kuat.

Miftakhul Faozi turut memberikan penguatan melalui bacaan doa-doa kesembuhan dan dzikir singkat yang dapat diamalkan oleh pasien maupun keluarga yang mendampingi. Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan keluarga dalam memberikan semangat dan perhatian kepada anggota keluarga yang sedang sakit.

Pihak Puskesmas menyambut baik kegiatan ini karena dinilai mampu memberikan dampak positif bagi kondisi psikologis dan spiritual pasien. Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan penyuluh agama diharapkan dapat terus terjalin sebagai bagian dari pelayanan holistik, yang tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga mental dan spiritual.

Kegiatan bimbingan rohani ini menjadi bukti bahwa peran Penyuluh Agama Islam tidak hanya hadir di masjid atau majelis taklim, tetapi juga di tengah masyarakat yang membutuhkan penguatan iman dalam situasi sulit. Dengan sentuhan spiritual yang penuh kasih, para pasien merasakan kehadiran agama sebagai penenang jiwa dan sumber harapan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran bahwa kesehatan adalah anugerah yang harus dijaga, dan ketika sakit datang, kesabaran serta doa menjadi kekuatan utama. Semoga langkah kecil yang dilakukan para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pekuncen ini menjadi amal kebaikan yang membawa keberkahan bagi semua pihak.