Penyuluh Ingatkan Bahaya Pinjol dan Judol di Hadapan Wali Murid RA Sunan Kalijaga
Banyumas – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pekuncen, Sudiro, memberikan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) kepada wali murid RA Sunan Kalijaga Desa Cibangkong, Kecamatan Pekuncen. Kegiatan tersebut diikuti oleh para wali murid dengan penuh antusias sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus kesadaran sosial di tengah masyarakat. Jumat (06/03/26)
Dalam kesempatan tersebut, Sudiro menyampaikan materi tentang bahaya pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) dari sudut pandang Islam. Ia menjelaskan bahwa praktik pinjol yang tidak sesuai syariah serta judi online merupakan aktivitas yang dapat merusak perekonomian keluarga dan berdampak buruk bagi kehidupan sosial.
“Pinjaman online yang tidak jelas legalitas dan sistemnya sering menjerat masyarakat dengan bunga tinggi dan cara penagihan yang tidak manusiawi. Sementara judi online jelas dilarang dalam Islam karena hanya membawa kerugian dan kemudaratan,” jelas Sudiro di hadapan para peserta.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar lebih waspada terhadap pengaruh teknologi digital yang dapat mempermudah akses terhadap praktik-praktik tersebut. Menurutnya, peran keluarga sangat penting dalam mengawasi penggunaan gawai agar tidak disalahgunakan.
Selain membahas persoalan tersebut, Sudiro juga menyampaikan materi tentang makna dan keutamaan puasa Ramadhan. Ia mengajak para wali murid untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci dengan meningkatkan ibadah serta menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak sejak dini.
“Puasa Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Melalui kegiatan Bimluh ini diharapkan para wali murid dapat lebih memahami bahaya pinjol dan judol sekaligus semakin termotivasi untuk memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai sarana meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan dalam keluarga.
Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan interaktif, ditutup dengan sesi tanya jawab antara penyuluh agama dan para wali murid yang ingin mengetahui lebih jauh tentang permasalahan yang disampaikan.
