Penyuluh Kecamatan Pekuncen Sosialisasikan Moderasi Beragama di SD Muhammadiyah Pekuncen
Banyumas — Upaya memperkuat pemahaman nilai-nilai moderasi beragama di kalangan generasi muda terus dilakukan oleh Kementerian Agama melalui para Penyuluh Agama Islam. Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pekuncen melaksanakan kegiatan sosialisasi Moderasi Beragama di SD Muhammadiyah Pekuncen. Kegiatan ini menghadirkan dua penyuluh, yaitu Sudiro sebagai pemateri utama dan Rohmat sebagai pendamping kegiatan. Kamis (11/12)
Kepala SD Muhammadiyah Pekuncen, Maarifudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi tersebut. Menurutnya, pendidikan nilai toleransi, saling menghormati, dan memahami perbedaan merupakan hal yang sangat penting dikenalkan sejak dini. “Kami menyambut baik kegiatan ini, karena anak-anak perlu mendapatkan pemahaman sejak kecil tentang bagaimana hidup berdampingan dengan damai, saling menghargai, dan menjauhi sikap ekstrem,” ujarnya.
Sosialisasi yang diikuti oleh siswa kelas 1 hingga kelas 6 ini berlangsung dengan suasana yang interaktif dan penuh antusiasme. Sudiro selaku pemateri menyampaikan beberapa poin penting mengenai konsep Moderasi Beragama, antara lain pentingnya bersikap adil, seimbang, serta menjauhi perilaku berlebihan dalam beragama. Ia juga menekankan bahwa moderasi bukan berarti mengurangi nilai agama, tetapi justru mengamalkan ajaran agama secara lebih bijak dan proporsional.
Dengan metode penyampaian yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami oleh anak-anak, materi yang disampaikan mampu menarik perhatian para siswa. Dalam kesempatan tersebut, Sudiro juga mengajak peserta untuk menumbuhkan sikap toleransi, menjaga kerukunan, serta menghargai perbedaan baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar. Melalui beberapa contoh cerita dan ilustrasi kehidupan sehari-hari, siswa diberikan gambaran nyata tentang bagaimana moderasi dapat diterapkan dalam perilaku mereka.
Rohmat, yang turut mendampingi kegiatan, menambahkan bahwa penyuluhan moderasi beragama di tingkat sekolah dasar merupakan bagian dari langkah preventif dalam membentuk karakter anak agar terhindar dari paham intoleransi sejak dini. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala di berbagai sekolah di wilayah Kecamatan Pekuncen.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi tanya jawab yang melibatkan para siswa. Banyak dari mereka tampak antusias mengajukan pertanyaan maupun memberikan pendapat mengenai pentingnya saling menghormati dan menjaga kebersamaan. Kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh keceriaan, mencerminkan semangat anak-anak dalam memahami nilai-nilai moderasi beragama.
Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, diharapkan pemahaman moderasi beragama dapat tertanam kuat dalam diri para siswa sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang cinta damai, toleran, dan mampu menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat. KUA Pekuncen berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif serupa sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat moderasi beragama di lingkungan pendidikan.
