Penyuluh KUA Baturraden Ajak KPM PKH Pamijen Menata Hati Melalui Rasa Syukur
Oleh KUA baturraden
Batturaden — Dalam upaya memperluas jangkauan bimbingan spiritual di masyarakat, Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Baturraden hadir memberikan penyuluhan kepada kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Pamijen, Kecamatan Baturraden. Kehadiran penyuluh ini menjadi momentum baru dalam menyinergikan pembangunan kesejahteraan sosial dan penguatan spiritualitas warga. Senin (20/07)
Pertemuan ini menjadi istimewa karena merupakan kali pertama kelompok PKH Desa Pamijen mendapatkan pendampingan langsung dari Penyuluh Agama KUA Baturraden. Diketahui, sebelumnya Penyuluh Agama telah hadir di kelompok PKH desa lainnya. Pendamping PKH Desa Pamijen, Noviana, dalam kata pengantarnya mengapresiasi kolaborasi lintas sektoral ini dan menjelaskan pentingnya keseimbangan antara bantuan materiil dan pembinaan rohani.
"Kehadiran Penyuluh Agama di tengah kelompok kita hari ini adalah momen perdana yang sangat berharga. Jika selama ini saya mendampingi Ibu-ibu dalam aspek peningkatan kesejahteraan dan pengetahuan sosial, maka Penyuluh Agama hadir untuk membimbing kita di bidang keimanan dan nilai-nilai kehidupan. Harapannya, ikhtiar kita untuk sejahtera secara ekonomi juga dibarengi dengan ketenangan batin dan keimanan yang kuat," ujar Noviana.
Inisiasi pembinaan spiritual ini disambut hangat oleh warga. Penyuluh Agama KUA Baturraden yang bertugas saat itu, Fathurrochman menyampaikan materi utama mengenai urgensi bersyukur atas segala anugerah Tuhan. Dalam paparan yang menyejukkan, ia mengajak para anggota PKH untuk memiliki sudut pandang yang positif dalam menghadapi dinamika kehidupan.
Fathurrochman menekankan bahwa rasa syukur adalah kunci untuk meraih ketenangan hati, terutama di masa-masa sulit.
"Dalam kehidupan, terkadang keadaan terasa tidak baik-baik saja. Namun, janganlah kita terlalu fokus pada masalah yang sedang kita hadapi. Pasti selalu ada hal baik yang juga kita miliki dan telah kita capai. Cara bersyukur yang sejati diawali dengan mengucapkan Alhamdulillah, kemudian memanfaatkan nikmat tersebut dengan sebaik-baiknya untuk hal yang positif, dan yang terpenting adalah meningkatkan ketaatan kita kepada Sang Pemberi Nikmat," tutur Fathurrochman di hadapan peserta yang hadir.
Kegiatan penyuluhan berlangsung secara khidmat. Para anggota PKH Desa Pamijen tampak antusias menyimak materi dan aktif berdialog mengenai persoalan keagamaan sehari-hari.
Kehadiran penyuluh agama terbukti memberikan suntikan semangat baru bagi masyarakat. Rangkaian acara penyuluhan ini ditutup dengan suasana penuh keakraban melalui obrolan ringan sembari menikmati suguhan teh hangat dari tuan rumah, mencerminkan kedekatan yang harmonis antara penyuluh agama, pendamping sosial, dan masyarakat Desa Pamijen. (Fth)
