Penyuluh KUA Bekali Catin Pilar Keluarga Sakinah dan Kesehatan Reproduksi
Banyumas – KUA Sumpiuh terus berkomitmen meningkatkan kualitas bimbingan bagi masyarakat. Melalui program Bimbingan Masyarakat dan Penyuluhan (Bimluh) Mandiri, Penyuluh Agama Islam, Laeli Najihah, memberikan pembekalan khusus kepada pasangan calon pengantin, Wasono dan Sri Sabariyah, bertempat di Balai Nikah KUA Sumpiuh. Rabu (11/03)
Kegiatan bimbingan ini mengangkat tiga tema sentral yang menjadi fondasi utama dalam mengarungi bahtera rumah tangga, yakni Pilar Keluarga Sakinah, Menjaga Kesehatan Reproduksi, serta Membangun Generasi Berkualitas.
Dalam penyampaiannya, Laeli Najihah menekankan bahwa keluarga sakinah tidak terjadi secara kebetulan, melainkan harus diupayakan melalui penguatan lima pilar utama: mitsaqan ghalizha (perjanjian kokoh), mu’asyarah bil ma’ruf (memperlakukan pasangan dengan baik), musyawarah, taradhin (saling rida), dan muadalah (kesetaraan).
"Penting bagi calon pengantin untuk memahami bahwa kesiapan menikah bukan hanya soal administrasi, tetapi juga kesiapan mental dan fisik. Menjaga kesehatan reproduksi adalah ikhtiar kita untuk melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas di masa depan," ujar Laeli di hadapan pasangan asal Sumpiuh tersebut.
Selain aspek religi, materi kesehatan reproduksi diberikan guna memberikan edukasi dini mengenai pencegahan stunting dan pentingnya pola hidup sehat sejak dini bagi pasangan baru. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul melalui institusi terkecil, yaitu keluarga.
Sesi Bimluh Mandiri ini berlangsung interaktif dan khidmat. Melalui bimbingan ini, KUA Sumpiuh berharap setiap pasangan yang melangsungkan pernikahan memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk mewujudkan keluarga yang harmonis dan tangguh menghadapi tantangan zaman.
