Penyuluh KUA Gumelar Kupas Tuntas Keberkahan Menuntut Ilmu
Oleh HUMAS
Gumelar – Mengawali penghujung bulan April, penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Gumelar kembali turun ke tengah masyarakat untuk memberikan bimbingan spiritual. Kali ini, kegiatan penyuluhan menyasar jamaah Majelis Taklim (MT) Nur Iman di Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, Kamis (30/04).
Hadir sebagai narasumber, Kambali, S.Sos., membawakan materi bertajuk "Barokah Ngaji". Dalam penyuluhan tersebut, beliau menekankan bahwa aktivitas menuntut ilmu agama atau "ngaji" bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan pondasi utama dalam meraih ketenangan hati dan bimbingan dalam bersosialisasi di masyarakat.
"Ngaji adalah sumber keberkahan. Secara definisi, berkah itu adalah ziyadatul khair atau bertambahnya kebaikan. Jadi, ilmu yang didapat dari majelis ini harus mampu membawa perubahan perilaku ke arah yang lebih positif dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar," jelas Kambali di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, Kambali mengingatkan pentingnya aspek istiqomah atau konsistensi dalam menghadiri majelis ilmu. Menurutnya, keberkahan akan lebih mudah diraih melalui ketekunan dan kehadiran yang rutin, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.
Selain aspek spiritual individu, kegiatan mengaji juga dinilai sebagai instrumen penting untuk membangun kerukunan antarwarga. Dengan pemahaman agama yang baik, diharapkan ukhuwah islamiyah di tingkat desa, khususnya di wilayah Cihonje, semakin kuat dan solid.
Kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif penyuluh agama dalam mendampingi kegiatan sosial-keagamaan di tingkat kecamatan. Melalui edukasi yang berkelanjutan, KUA Gumelar berharap tercipta tata kelola kemasyarakatan yang religius dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan agama sepanjang hayat.
