HUT RI #81

Penyuluh KUA Jatilawang Siarkan Pentingnya TIngkatkan Kualitas Salat Fardu di RRI Purwokerto

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
23 Okt 2026
6x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 24-10-2026 15:49
SHARE

Purwokerto – Muhammad Taubah, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, mengisi siaran Bimbingan dan Penyuluhan Islam di RRI Purwokerto dengan tema “Meningkatkan Kualitas Salat Fardu agar Menjadi Ruh dalam Kehidupan Sehari-hari.” Siaran ini mengangkat pentingnya menjalankan salat bukan sekadar sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai landasan pembentukan akhlak dan perilaku umat Islam. Jumat (23/10)

Dalam materi penyuluhannya, Muhammad Taubah menekankan bahwa kualitas salat tidak hanya diukur dari ketepatan waktu dan kesempurnaan gerakan, tetapi juga dari pengaruhnya terhadap kehidupan setelah ibadah selesai. Salat hendaknya menumbuhkan kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-‘Ankabut ayat 45, yang menjelaskan bahwa salat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Ayat ini mengingatkan bahwa ibadah memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial: mendekatkan manusia kepada Allah SWT dan membimbingnya untuk menjauhi perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Muhammad Taubah mengajak umat Islam menjadikan salat sebagai momentum memperbaiki diri di tengah kesibukan dan tantangan kehidupan. Lima waktu salat bukan sekadar jeda di antara rutinitas, melainkan kesempatan untuk menata kembali hati, mengevaluasi perilaku, dan menguatkan tekad untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Sebab, seseorang yang sungguh-sungguh menjaga salat semestinya berusaha menjaga pula amanah, perkataan, dan tindakannya. Kekhusyukan di hadapan Allah perlu tercermin dalam kelembutan terhadap keluarga, kejujuran dalam pekerjaan, kesabaran menghadapi ujian, serta kepedulian kepada mereka yang membutuhkan pertolongan.

Melalui siaran di RRI Purwokerto, pesan penyuluhan agama diharapkan menjangkau masyarakat lebih luas dan menguatkan kesadaran bahwa salat merupakan fondasi kehidupan seorang muslim. Ibadah ini tidak berhenti ketika salam diucapkan, tetapi berlanjut dalam pilihan-pilihan moral yang diambil sepanjang hari.

Salat yang berkualitas bukan hanya menghadirkan ketenangan di atas sajadah, melainkan juga menghadirkan kebaikan di tengah kehidupan. Sebab, kemuliaan ibadah tidak semata-mata tampak ketika seorang hamba bersujud, tetapi juga ketika ia bangkit dan memilih untuk hidup lebih jujur, lebih sabar, serta lebih bermanfaat bagi sesama.