Penyuluh KUA Patikraja Ajak Siswa SMPN 2 Jadikan Al-Quran Pedoman Hidup
Banyumas — Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten banyumas yang bertugas di wilayah KUA Patikraja, Wahidah, melaksanakan kegiatan bimbingan keagamaan melalui penyuluhan agama dan praktik baca Al-Qur’an bagi siswa siswi SMPN 2 Patikraja. Rabu (04/02/26)
Kegiatan yang berlangsung di kelas VII SMPN 2 Patikraja tersebut diikuti dengan penuh semangat dan antusiasme oleh para peserta. Penyuluhan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman di lingkungan pendidikan.
Dalam penyampaiannya, penyuluh agama Islam menekankan pentingnya memahami Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Membaca Al-Qur’an bukan sekadar melafalkan huruf-hurufnya, tetapi juga memahami makna dan mengamalkan pesan-pesan moral yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda, khususnya para pelajar, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga nilai-nilai keislaman di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. “Kita ingin para siswi memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam setiap langkah kehidupan,” tambahnya.
Kegiatan penyuluhan tidak hanya berisi ceramah keagamaan, tetapi juga disertai dengan praktik membaca Al-Qur’an bersama. Para siswi dibimbing secara langsung untuk memperbaiki tajwid dan pelafalan ayat-ayat suci dengan benar. Selain itu, penyuluh juga memberikan motivasi agar para peserta membiasakan diri berinteraksi dengan Al-Qur’an, baik di sekolah maupun di rumah.
“Insya Allah, dengan membiasakan diri membaca dan memahami Al-Qur’an, hati akan menjadi tenang, pikiran jernih, dan perilaku kita akan selalu terarah pada kebaikan,” tuturnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Penyuluhan Agama Islam di lingkungan pendidikan yang dilaksanakan oleh KUA Patikraja. Melalui program ini, Kementerian Agama berupaya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini sekaligus memperkuat karakter keagamaan peserta didik agar menjadi generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. (Ida Wahi)
