HUT RI #81

Penyuluh KUA Purwokerto Timur Gelar Pelatihan Jurnalistik

K
KUA Purwokerto Timur
09 Des 2025
89x dibaca
SHARE

Purwokerto - Guna meningkatkan kemampuan dan menambah pengetahuan literasi tentang jurnalistik, KUA Purwokerto Timur mengadakan pelatihan pembuatan berita kepada para Penyuluh Agama Islam. Selasa (09/12)

Pelatihan yang digelar di balai nikah KUA Purwokerto Timur ini dihadiri oleh Sugiarto dan Julian Wardana selaku narasumber, dan Penyuluh Agama Islam. Pelatihan ini dilakukan untuk memberikan bekal kepada para penyuluh supaya bisa menyampaikan kegiatan yang sudah dilakukan, seperti bimluh, bimwin dan lain sebagainya.

Rangkaian pembelajaran pembuatan berita diawali dengan beberapa hal yang harus dipenuhi dalam membuat berita, seperti unsur 5W+1H. 5W 1H adalah sebuah panduan yang berisikan pertanyaan sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan dari narasumber. Dalam mengumpulkan informasi, setiap unsur dari 5W 1H dapat langsung ditanyakan kepada narasumber.

Unsur 5W 1H sendiri diambil dari singkatan kata tanya dalam bahasa Inggris, antara lain what (apa), who (siapa), when (kapan), where (di mana), why (mengapa), dan how (bagaimana). Dalam bahasa Indonesia, 5W 1H disebut dengan singkatan Adiksimba yang merupakan singkatan dari apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana.

Julian Wardana mengatakan, "Proses pemilihan kata dalam judul jangan menggunakan bahasa yang tidak terlalu formal, dibuat semenarik mungkin untuk menambah daya tarik pembaca," terangnya.

Sugiarto juga menyampaikan bahwa "Penulisan hari pada berita tidak harus ditulis bersamaan, misalnya selasa baru tanggal, boleh juga hari ditulis diawal kemudian diakhir kalimat baru ditulis tanggal dan bulan," imbuhnya lebih lanjut.

Kepala KUA Purwokerto Timur, Zangim Fiddaroin menyampaikan, "Pelatihan jurnalistik ini sangat diperlukan bagi Penyuluh Agama Islam. Terlebih penyuluh ini adalah ujuang tombak kementerian Agama. Diharapkan dengan pelatihan ini menambah skill dan pengetahuan jurnalistik terutama dalam menulis berita," pungkas Zangim. (jw)