HUT RI #81

Penyuluh KUA Wangon Ajak Jamaah MT Asysyifa Jaga Hati dari Sifat Hasad, Riya, dan Takabur

K
KUA Wangon
23 Okt 2026
4x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 24-10-2026 15:30
SHARE

 

Wangon – Penyuluh Agama Islam KUA Wangon melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan bidang akidah akhlak di Majelis Taklim Asysyifa, Klapagading, pada pukul 21.00–22.00 WIB. Kegiatan ini mengangkat tema “Menjaga Hati dari Sifat Hasad, Riya, dan Takabur.” Penyuluhan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman jamaah tentang pentingnya menjaga kebersihan hati serta membangun akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, jamaah diajak memperkuat keimanan dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam bersikap maupun berinteraksi dengan sesama. Jum'at(23/10)

Dalam penyampaian materi, jamaah diberikan pemahaman mengenai tiga sifat tercela yang perlu dihindari, yaitu hasad atau iri dengki terhadap nikmat yang dimiliki orang lain, riya atau melakukan amal untuk memperoleh pujian manusia, serta takabur atau merasa diri lebih baik daripada orang lain. Ketiga sifat tersebut dapat merusak hubungan sosial dan mengurangi kualitas keikhlasan dalam beribadah. Oleh karena itu, setiap muslim perlu melakukan introspeksi diri dan berusaha membersihkan hati agar terhindar dari perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama.

Jo, selaku penyampai materi penyuluhan, menyampaikan bahwa menjaga hati merupakan bagian penting dalam membentuk pribadi muslim yang berakhlak mulia. “Kita perlu senantiasa memeriksa keadaan hati masing-masing. Jangan sampai rasa iri membuat kita tidak senang melihat kebahagiaan orang lain, amal ibadah dilakukan demi pujian, atau muncul kesombongan karena merasa lebih unggul. Mari kita belajar ikhlas, rendah hati, dan senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT,” ungkap Jo.

Jamaah Majelis Taklim Asysyifa menyambut baik materi yang disampaikan karena memberikan pengingat untuk memperbaiki sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Jamaah diajak membiasakan diri mendoakan kebaikan bagi orang lain, meluruskan niat dalam beramal, serta menghargai kelebihan dan kekurangan sesama. Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, diharapkan tumbuh kehidupan bermasyarakat yang lebih rukun, saling menghormati, dan jauh dari perselisihan akibat iri hati maupun kesombongan.

Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan bidang akidah akhlak ini, KUA Wangon terus berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Majelis taklim menjadi salah satu sarana strategis untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membangun karakter umat yang beriman dan berakhlak mulia. Diharapkan, pesan tentang menjaga hati dari sifat hasad, riya, dan takabur dapat diamalkan secara konsisten sehingga jamaah semakin tumbuh menjadi pribadi yang ikhlas, rendah hati, dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. (Srf)