HUT RI #81

Penyuluh KUA Wangon Biasakan Rakor Setiap Pagi untuk Samakan Persepsi dan Tingkatkan Pelayanan

K
KUA Wangon
23 Okt 2026
2x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 24-10-2026 13:16
SHARE

 

Wangon – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon membiasakan pelaksanaan rapat koordinasi (rakor) setiap pagi sebagai upaya menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi dalam menjalankan tugas kepenyuluhan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Melalui koordinasi rutin, setiap penyuluh dapat menyampaikan informasi, bertukar pikiran, serta menyelaraskan langkah dalam melaksanakan program kerja di wilayah binaan. Juma'at(23/10)

Rakor pagi menjadi sarana untuk membahas agenda kegiatan penyuluhan, perkembangan program, serta berbagai hal yang perlu mendapat perhatian bersama. Kesamaan persepsi dinilai penting agar pesan keagamaan yang disampaikan kepada masyarakat tetap sejalan, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan kelompok binaan. Selain itu, komunikasi yang terjalin secara rutin dapat membantu mengurangi kesalahpahaman dan memperkuat kerja sama antarpenyuluh.

Syarif, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menyampaikan bahwa rakor pagi perlu dijadikan kebiasaan positif dalam mendukung pelaksanaan tugas. “Melalui koordinasi setiap pagi, kami dapat menyamakan persepsi, saling memberikan masukan, dan mempersiapkan kegiatan penyuluhan dengan lebih baik. Harapannya, setiap penyuluh memiliki pemahaman yang searah sehingga pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” ungkap Syarif.

Para Penyuluh Agama Islam KUA Wangon juga menilai bahwa koordinasi rutin merupakan bagian penting dari upaya menjaga kekompakan dan profesionalitas. Dengan membangun komunikasi yang terbuka, setiap penyuluh dapat saling mendukung, berbagi pengalaman, serta mencari solusi atas tantangan yang ditemui di lapangan. Kebiasaan ini diharapkan mampu menciptakan pola kerja yang lebih terarah, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan umat.

Melalui pembiasaan rakor setiap pagi, KUA Wangon terus mendorong terwujudnya budaya kerja yang disiplin, komunikatif, dan kolaboratif. Kesamaan persepsi antarpenyuluh diharapkan menjadi landasan dalam memberikan bimbingan keagamaan yang berkualitas serta memperkuat kehadiran KUA di tengah masyarakat. Dengan koordinasi yang berkesinambungan, para penyuluh diharapkan semakin solid dalam menjalankan pengabdian demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang religius, rukun, dan harmonis. (Srf)