HUT RI #81

Penyuluh KUA Wangon Sampaikan Fadhilah Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf di MT Yasin Tahlil Nurus Saadah

KUA Wangon
KUA Wangon
06 Nov 2026
11x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 06-11-2026 11:01
SHARE

Wangon – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon, Sarifudin, menyampaikan materi keagamaan tentang fadhilah atau keutamaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) kepada jamaah Majelis Taklim Yasin Tahlil Nurus Sa’adah Wangon. Kegiatan penyuluhan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran umat Islam tentang pentingnya berbagi serta kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Jumat (06/11)

Dalam penyampaiannya, Sarifudin menjelaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan wakaf merupakan amalan yang memiliki nilai ibadah sekaligus manfaat sosial. Zakat menjadi kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi ketentuan, sedangkan infak dan sedekah merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Adapun wakaf menjadi amal jariyah yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Sarifudin menyampaikan bahwa setiap harta yang dimanfaatkan untuk kebaikan akan mendatangkan keberkahan apabila dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT. “Jangan menunggu kaya untuk berbagi. Infak dan sedekah dapat dimulai dari hal kecil sesuai kemampuan. Sementara wakaf merupakan investasi akhirat karena manfaatnya dapat terus mengalir meskipun orang yang mewakafkan telah meninggal dunia,” ungkapnya.

Jamaah MT Yasin Tahlil Nurus Sa’adah menyambut baik materi yang disampaikan. Salah seorang jamaah mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan tambahan wawasan tentang perbedaan serta keutamaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Jamaah berharap melalui penyuluhan keagamaan seperti ini semakin tumbuh semangat berbagi, saling membantu, dan peduli terhadap sesama, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kegiatan majelis taklim ini, KUA Wangon terus berkomitmen menghadirkan penyuluhan agama yang edukatif dan menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Diharapkan pemahaman tentang ZISWAF tidak hanya berhenti pada pengetahuan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata sehingga tumbuh masyarakat yang religius, dermawan, peduli sosial, serta memperoleh keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat. (srf)