Penyuluh KUA Wangon Takziah dan Ziarah ke Makam Jamaah, Wujud Kepedulian dan Ikatan Kekeluargaan
Wangon – Kepedulian dan kedekatan emosional antara Penyuluh Agama Islam KUA Wangon dengan jamaah binaan tidak hanya terjalin dalam kegiatan pengajian dan bimbingan keagamaan, tetapi juga terwujud dalam suasana duka. Hal tersebut ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wangon yang melaksanakan takziah ke rumah duka sekaligus berziarah ke makam salah satu jamaah majelis taklim yang telah meninggal dunia di Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang. Selasa (03/11)
Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian dan kepedulian kepada keluarga almarhumah sekaligus penghormatan terakhir dari para penyuluh kepada jamaah yang selama ini telah menjalin hubungan dekat. Kebersamaan dalam berbagai kegiatan keagamaan menjadikan hubungan antara penyuluh dan jamaah terasa seperti keluarga sendiri. Karena itu, ketika salah satu jamaah berpulang, rasa kehilangan turut dirasakan oleh para penyuluh.
Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Zainur, menyampaikan bahwa hubungan antara penyuluh dan jamaah binaan bukan sekadar hubungan dalam kegiatan pembinaan keagamaan, melainkan telah tumbuh menjadi ikatan silaturahmi dan kekeluargaan. “Kami merasa kehilangan atas kepergian salah satu jamaah. Selama ini kami bersama-sama dalam kegiatan pengajian, saling mengenal, dan menjalin kebersamaan. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ungkap Zainur.
Senada dengan hal tersebut, Sarifudin menyampaikan bahwa takziah dan ziarah merupakan wujud nyata kepedulian sosial sekaligus pengamalan nilai-nilai Islam. Menurutnya, kehadiran penyuluh di tengah keluarga yang berduka diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan menguatkan tali persaudaraan. “Kami tidak hanya hadir ketika jamaah membutuhkan bimbingan agama, tetapi juga berusaha membersamai mereka dalam suasana duka. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan, serta kita semua dapat mengambil hikmah dari peristiwa kematian,” tutur Sarifudin.
Melalui kegiatan takziah dan ziarah tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon menunjukkan bahwa tugas penyuluhan tidak hanya sebatas menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga membangun kedekatan, kepedulian, dan hubungan kemanusiaan dengan masyarakat. Silaturahmi yang terjalin diharapkan terus terjaga, baik dalam keadaan suka maupun duka, sebagai bagian dari penguatan ukhuwah Islamiyah dan pelayanan keagamaan yang menyentuh kehidupan masyarakat. (srf)
