Penyuluh Manfaatkan Forum Diskusi Pemuda Hebat Setingkat Provinsi
Banyumas - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPAPPKB) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R). Kamis (11/12)
Kegiatan ini diselenggarakan secara daring yang diikuti oleh seluruh elemen PIK R maupun forum Generasi Berencana (Genre) perwakilan Kabupaten se Jawa Tengah. Tidak hanya kalangan remaja sebagai aktor utama, orang dewasa sebagai pembina dan pengarah pun menjadi bagian dari peserta kegiatan ini.
Harapannya supaya upaya pembangunan negara melalui remaja ini menjadi lebih efektif sebagaimana disampaikan oleh M. Khotibul Umam, Ketua Forum Genre Jawa Tengah.
"Mari kita berusaha bersama, songgo bareng, sesuai perannya masing-masing supaya kegiatan kita efektif mencapai tujuannya," ungkap Sang Jawara Nasional Genre Award 2025.
Kegiatan yang dimulai sejak jam 9 pagi hingga siang tadi diisi dengan materi tentang Pengelolaan PIK Remaja, Pendewasaan Usia Perkawinan, dan Diskusi tentang kehidupan remaja.
Dalam konteks kegiatan ini, Fathur, Penyuluh Agama yang juga berperan sebagai pembina PIK Remaja dan Forum Genre, diberi tugas oleh DPPKBP3A Kabupaten Banyumas untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sebagai Penyuluh Agama yang banyak memiliki jamah binaan dari kalangan pemuda dan remaja, merasa bahwa kegiatan tersebut sangatlah berarti. Karena dapat meningkatkan pengetahuan praktis untuk diterapkan dalam upaya pelayanan masyarakat dalam hal ini pemuda dan remaja.
Melihat forum tersebut sangat strategis, ketika sesi diskusi, Fathur menyempatkan diri untuk berbicara. Ia memberikan pesan penting kepada para remaja hebat se Jawa Tengah itu.
"Fitrahnya, anak usia remaja itu lebih mendengarkan teman-teman sebayanya dari pada orang dewasa," katanya mengawali.
"Maka dari itu, teman-teman semua memiliki peran yang strategis untuk menebar kebaikan ini dengan lebih efektif dari kami (orang dewasa)," imbuhnya.
Sebagai penutup, ia pun menyampaikan sebuah nasihat gelap yang sering membuat orang jadi tersesat, yakni "Datanglah ke tempat di mana kamu dihargai, bukan hanya dibutuhkan". Ia mengatakan bahwa hal ini tidak berlaku bagi kita pelopor kebaikan.
"Tetaplah berbuat baik meski tidak dihargai. Jika semua orang ikut nasehat itu, maka siapa lagi yang akan menyampaikan kebaikan ini," pungkasnya.
Kedepannya, sebagai follow up, penyuluh agama diharapkan bisa meracik program bimbingan dan penyuluhan dari materi yang didapatkannya, serta menerapkannya sesuai kapasitas di masyarakat. Sebagaimana pesan Kepala KUA Baturraden, Muson.
"Nanti materinya diracik dalam bahasa agama untuk bahan bimbingan dan penyuluhan, supaya lebih kompleks dan sesuai dengan identitas kita, ASN Kementerian Agama, " ungkap Muson penuh harapan.
