HUT RI #81

Penyuluh Selenggarakan Bimbingan Remaja Usia Sekolah di PKBM Budi Luhur

KUA kalibagor
KUA kalibagor
12 Des 2025
12x dibaca
SHARE

Banyumas — Penyuluh Agama Islam KUA Kalibagor kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diselenggarakan di PKBM Budi Luhur. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya KUA Kalibagor untuk menghadirkan edukasi keagamaan dan sosial yang relevan bagi para remaja, khususnya mereka yang sedang menempuh pendidikan di jalur nonformal. Kamis (11/12)

Acara dimulai pada pagi hari dengan suasana penuh semangat. Bertindak sebagai pembawa acara, Riya Purwaningrum, membuka kegiatan dengan hangat dan komunikatif, memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib. Sementara itu, lantunan pembukaan dipandu oleh Eni Lutfiati selaku dirigen, yang mengajak peserta untuk bersama-sama menyanyikan lagu-lagu pembangkit semangat. Doa pembuka kemudian dipimpin oleh Amin Makhasin yang memohon kelancaran serta keberkahan selama kegiatan berlangsung.

Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala PKBM Budi Luhur, Kasiran Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran penyuluh agama Islam KUA Kalibagor yang telah bersedia memberikan pembinaan kepada para peserta didik PKBM. Menurutnya, kerjasama ini sangat bermanfaat dalam memberikan tambahan wawasan dan penguatan karakter bagi para remaja.

Selanjutnya, sambutan kedua disampaikan oleh Sudiyah selaku Penyuluh Agama Islam Fungsional. Beliau menegaskan bahwa pembinaan remaja merupakan bagian penting dari tugas penyuluh agama, mengingat remaja berada pada fase kritis yang rawan terpengaruh lingkungan negatif. Oleh sebab itu, ia berharap kegiatan BRUS dapat memberikan dampak positif, terutama dalam membentuk sikap dan perilaku remaja yang lebih baik.

Memasuki sesi inti, kegiatan diisi oleh tiga narasumber yang masing-masing membawakan materi berbeda namun saling melengkapi. Narasumber pertama, Risna Fridiasti memaparkan materi mengenai pergaulan bebas. Ia mengingatkan para siswa mengenai dampak buruk pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan, baik dari sisi moral, kesehatan, maupun psikologis. Materi disampaikan dengan bahasa ringan sehingga mudah dipahami para remaja.

Narasumber kedua, Nardi mengisi materi tentang bahaya narkoba. Ia menjelaskan berbagai jenis narkoba, dampak ketergantungannya, serta strategi pencegahan yang dapat dilakukan para remaja. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya membangun lingkungan pergaulan yang sehat dan waspada terhadap ajakan negatif.

Narasumber ketiga, Muhamad Mufid Adiansah membawakan materi mengenai pernikahan dini. Beliau memaparkan risiko pernikahan dini baik dari sisi kesehatan, hukum, maupun kesiapan mental. Materi ini disampaikan agar para remaja memahami bahwa pernikahan memerlukan kesiapan yang matang dan tidak dapat dilakukan tanpa pertimbangan yang panjang.

Setelah keseluruhan materi disampaikan, kegiatan berlanjut ke sesi tanya jawab. Sesi ini berlangsung interaktif, dengan banyak siswa antusias mengajukan pertanyaan dan menanggapi materi yang telah disampaikan. Dari kegiatan tersebut, enam siswa berhasil menjawab pertanyaan narasumber dengan tepat dan mendapatkan hadiah doorprize dari para penyuluh, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka.

Kegiatan BRUS ditutup dengan sesi foto bersama, sebagai dokumentasi dan kenangan atas pelaksanaan kegiatan yang berjalan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Melalui kegiatan ini, diharapkan para remaja semakin memahami pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif, serta mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.