HUT RI #81

Penyuluh Sokaraja dan MT Khoirunnisa Bersinergi Memerangi Buta Huruf

HUMAS
HUMAS
10 Des 2025
63x dibaca
SHARE

Banyumas – Dalam sebuah upaya suci untuk menuntun masyarakat menuju cahaya ilmu, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sokaraja menggencarkan gerakan pemberantasan buta huruf di lingkungan masyarakat Perum Karen 2. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu (10/12), bekerja sama dengan Majelis Taklim (MT) Khoirunnisa yang diasuh oleh Muhamad Nuh dan Suros.

Gerakan ini bukan hanya sekadar pelatihan membaca dan menulis biasa, melainkan sebuah inisiatif berbasis keagamaan untuk meningkatkan literasi dasar masyarakat. Dalam setiap pertemuan, para peserta, yang pernah terkungkung belenggu buta huruf, dibimbing dengan penuh kesabaran untuk belajar membaca huruf-huruf Arab (Al-Qur'an) dan Latin.

Muhamad Nuh menyatakan bahwa gerakan ini memiliki tujuan ganda. “Membaca adalah pintu ilmu, dan menulis adalah wujud pengamalan. Bersama Majlis Taklim Khoirunnisa, kami ingin masyarakat tidak hanya fasih membaca Al-Qur'an, tapi juga mampu membekali diri dengan kemampuan literasi yang memadai untuk kemajuan hidup,” ungkapnya.

Sementara itu, Suros menambahkan bahwa pemberantasan buta huruf adalah tanggung jawab kolektif. “Kita harus saling membantu tanpa lelah, karena literasi adalah pondasi masyarakat maju dan beradab,” tuturnya, menyoroti semangat kebersamaan dan kepedulian yang menjadi benang merah kegiatan ini.

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta. Sari, seorang jemaah, mengungkapkan rasa terima kasihnya: “Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami merasa diberdayakan dan semangat untuk terus belajar. Terima kasih kepada para pembimbing yang sabar dan penuh dedikasi.”

Senada dengan Sari, Hadi, peserta aktif lainnya, menuturkan, “Saya merasa harapan baru terbuka, kini saya bisa membaca Al-Qur'an dengan lancar dan juga menulis surat pribadi. Ini perubahan besar dalam hidup saya.”

Dengan langkah kecil yang konsisten, KUA Sokaraja dan MT Khoirunnisa telah membuka pintu masa depan cerah bagi masyarakat Perum Karen 2, menggambarkan kisah inspiratif tentang kekuatan ilmu yang mampu mengangkat harkat dan martabat kehidupan. (nuh/del)