HUT RI #81

Penyuluh Susun Profil Lembaga hingga Perluasan Bimbingan Agama

HUMAS
HUMAS
10 Des 2025
69x dibaca
SHARE

Banyumas – Para Penyuluh Agama Islam KUA Wangon menggelar rapat internal yang berfokus pada penguatan kinerja dan arah layanan KUA ke depan. Rapat tersebut membahas tiga agenda utama: penyusunan Profil KUA Wangon, penguatan pelayanan KUA, dan penyusunan strategi bimbingan penyuluhan agama Islam. Rabu (10/12)

Rapat yang berlangsung dengan antusiasme tinggi ini dipimpin oleh Joharulloh. Beliau menegaskan pentingnya penyusunan Profil KUA Wangon sebagai identitas kelembagaan yang lengkap dan transparan bagi masyarakat.
“Profil KUA bukan sekadar dokumen, tetapi wajah lembaga yang harus menampilkan data, program, dan capaian layanan secara jelas. Ini akan menjadi dasar bagi kita untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kepercayaan publik,” ujar Joharulloh, sembari menekankan pentingnya inovasi dalam pelayanan.

Pembahasan dilanjutkan dengan evaluasi layanan KUA, meliputi layanan nikah, wakaf, bimbingan, hingga konsultasi keagamaan. Para penyuluh menyoroti pentingnya pelayanan yang cepat, ramah, dan terorganisir.

Fokus diskusi diarahkan pada penataan alur pelayanan yang lebih baik, pemanfaatan teknologi informasi, dan peningkatan kompetensi petugas agar kualitas layanan publik di KUA Wangon semakin kuat.

Terkait strategi bimbingan penyuluhan agama, Sarifudin, salah satu peserta rapat, menyampaikan usulan yang mendapat respons positif.
“Saya mengusulkan agar penyuluhan lebih diperluas ke wilayah yang belum sering tersentuh kegiatan bimbingan. Selain itu, kita juga bisa membuat modul penyuluhan yang seragam agar pesan yang disampaikan lebih terarah dan mudah dipahami masyarakat,” terang Sarifudin. Usulan ini dinilai relevan untuk meningkatkan efektivitas program penyuluhan agama.

Diakhir rapat, Joharulloh menegaskan komitmen seluruh tim penyuluh untuk segera menyelesaikan penyusunan Profil KUA Wangon dan menindaklanjuti semua hasil diskusi strategis. KUA Wangon optimistis bahwa langkah-langkah yang dibahas ini akan menjadi fondasi penting dalam membangun pelayanan yang semakin profesional, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (jhr)