Peringatan Isra' Mi'raj MAN 3 Banyumas yang Unik
Oleh MAN 3 Banyumas
Uniknya Peringatan Isra’ Mi’raj di MAN 3 Banyumas
Banyumas—Peringatan Isra’ Mi’raj di MAN 3 Banyumas tahun ini dilaksanakan dengan cara unik. Kegiatannya berupa “Lomba Pengajian Kelas Dalam Rangka Peringatan Isra’ Mi’raj Tahun 1443 H/2022 M” (22—24/2). Lomba, yang setiap sesinya diberi batas waktu 40 menit, digelar di kelas masing-masing dengan urutan: Selasa untuk kelas X (22/2), Rabu untuk kelas XI (23/2), dan Kamis untuk kelas XII (24/2). Setiap harinya, lomba diawali pukul 07.00 dan berakhir pada pukul 11.25. Juri lomba adalah 3 orang guru mapel keagamaan.
Siti Maesaroh selaku pembina keagamaan menyampaikan bahwa lomba tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk menggali potensi dan meningkatkan kreativitas siswa. Selain itu, peringatan Isra’ Mi’raj dengan cara semacam itu juga sangat mengurangi kerumunan mengingat kondisi masih dalam masa pandemi. Praktis, yang berada di tempat acara hanya anggota kelas tersebut sehingga protokol kesehatan bisa benar-benar terjaga.
Suratno selaku kepala madrasah menyambut baik dan mengapresiasi luar biasa dengan penyelenggaraan peringatan semacam itu. “Hal ini sangat unik karena peringatan dilaksanakan secara klasikal. Setiap kelas ada panitia peringatan lengkap, mulai dari ketua panitia sampai seksi-seksi. Dan uniknya, mereka juga menentukan satu anggota kelas sebagai pembicara yang menyampaikan mauidzoh hasanah,” ungkapnya. Lebih lanjut Suratno menyampaikan bahwa dengan model peringatan semacam itu, semua siswa benar-benar mendapatkan pengalaman dan belajar bertanggung jawab. Siswa yang menjadi pembicara juga dapat mengembangkan bakatnya sebagai dai. Meskipun dalam kerangka latihan, Suratno berpesan agar siswa tetap mampu meneladani kehidupan Rasulullah melalui peristiwa penting yang dialami beliau. Akhirnya Suratno berharap nantinya para siswa mampu mengembangkan bakatnya di masyarakat, baik sebagai pelaksana kegiatan maupun menjadi dai-dai yang dinantikan kehadirannya untuk memberikan kesejukan dan kedamaian Islam.
Saat persiapan lomba, para siswa terlihat antusias menata ruang kelas masing-masing. Di sinilah kreativitas dekorasi siswa dapat dieksplor seluas-luasnya. Tri Okta, siswi kelas XI IPA 1, merasa sangat senang dengan model peringatan semacam itu. Dia dan teman-temannya bersemangat mengatur segala sesuatu dengan harapan bisa menjadi kelas yang diperhitungkan dalam lomba tersebut. Siswa kelas lain juga tak kalah antusias. Bahkan ada yang sampai meminjam panggung aula utnuk dipasang di dalam kelas. Mereka rata-rata juga menggunakan sound sistem. Bahkan beberapa kelas juga meminjam karpet mushola sekitar tempat tinggal mereka untuk digelar di kelas.
Setiap kelas, umumnya merasa kesulitan menentukan siswa sebagai pembicara untuk menguraikan mauidzoh hasanah. Hal itu karena rata-rata merasa kurang percaya diri untuk tampil meskipun hanya di hadapan ruang kelasnya. Di sinilah wali kelas bertindak memotivasi siswa di kelas yang menjadi tanggung jawabnya agar semua siswa bersemangat, yakin, dan percaya diri. Akhirnya, semua kelas berpartisipasi mengikuti lomba tersebut dengan antusias.
(Tim Media MAN 3 Banyumas)
