Perkuat Ketahanan Mental Spiritual, Penyuluh KUA Gumelar Sampaikan Materi Kesabaran di MT Nurul Iman
Oleh HUMAS
Gumelar – Dalam upaya memperkuat literasi keagamaan dan ketahanan mental masyarakat, Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar menggelar penyuluhan rutin di Majelis Taklim (MT) Nurul Iman, Desa Cihonje. Kamis (07/05).
Hadir sebagai narasumber, Kambali, membawakan tema yang sangat relevan dengan dinamika kehidupan sosial, yakni "Sabar Menghadapi Musibah". Di hadapan para jamaah, ia menekankan bahwa sabar merupakan pondasi spiritual utama yang harus dimiliki setiap muslim dalam menghadapi ujian hidup.
Dalam paparannya, Kambali meluruskan pandangan umum mengenai musibah. Menurutnya, musibah bukanlah bentuk hukuman dari Sang Pencipta, melainkan sarana untuk meningkatkan derajat keimanan seorang hamba.
"Sabar dalam Islam bukan berarti pasif atau menyerah pada keadaan. Sabar adalah kemampuan menahan diri dari keluh kesah serta tetap istiqomah menjalankan ketaatan meskipun di tengah kesulitan," jelas Kambali. Ia juga mengutip nilai Al-Qur'an bahwa Allah SWT senantiasa membersamai orang-orang yang sabar (Ma'allahu ma'as shabirin).
Selain aspek teologis, penyuluhan ini juga memberikan panduan praktis bagi masyarakat saat menghadapi masa sulit melalui tiga langkah:
-
Ikhlas dan Ridho: Menerima ketetapan takdir dengan hati lapang.
-
Ikhtiar Maksimal: Tetap aktif mencari solusi terbaik sesuai syariat.
-
Tawakal dan Doa: Menyerahkan hasil akhir sepenuhnya kepada Allah SWT.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif. Kambali mendorong agar jamaah MT Nurul Iman dan masyarakat Desa Cihonje secara luas dapat saling menguatkan (ta'awun) ketika ada anggota lingkungan yang tertimpa musibah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan KUA Gumelar untuk menciptakan tatanan masyarakat yang lebih harmonis, rukun, dan memiliki keteguhan iman. Dengan mental yang kuat, diharapkan masyarakat mampu menghadapi dinamika kehidupan dengan lebih tenang dan bijaksana.
