Perkuat Ruhiyah dan Literasi Kitab, KUA Gelar Amaliyah Ramadan Terpadu
Oleh KUA kebasen
Banyumas – Memasuki bulan suci Ramadan, KUA Kebasen secara konsisten menyelenggarakan rangkaian kegiatan "Amaliyah Ramadan" yang melibatkan seluruh unsur pegawai, mulai dari Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh, hingga staf. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipandu oleh Riswati selaku pembawa acara dengan agenda yang meliputi kultum, tadarus, hingga kajian kitab kuning. Rabu (04/03)
Dalam sesi Kultum, Umi Laeli memaparkan materi mendalam mengenai keutamaan membaca Surat Al-Insyirah dan Al-Fil dalam ibadah shalat. Beliau menekankan bahwa barangsiapa membaca Al-Insyirah pada rakaat pertama dan Al-Fil pada rakaat kedua, maka atas izin Allah akan terhindar dari penyakit lahir maupun batin.
"Penyakit batin seperti iri, dengki, dan sombong yang suka merendahkan orang lain dapat meleburkan kebaikan kita," tutur Umi Laeli. Lebih lanjut, beliau menjelaskan merujuk pada Kitab I’anatut Thalibin bahwa melanggengkan kedua surat tersebut pada shalat qobliyah subuh juga bermanfaat untuk menjauhkan diri dari berbagai keburukan serta penyakit fisik tertentu seperti wasir.
Kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur'an bersama yang dimulai dari Juz 1 ayat 135 hingga berlanjut ke Juz 2 ayat 162 (Surat Al-Baqarah). Setelah tadarus, agenda diteruskan dengan kajian kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi yang disampaikan oleh Basarudin.
Kajian kali ini menyoroti adab masuk masjid. Dijelaskan bahwa apabila seseorang tidak sempat melaksanakan shalat sunnah Tahiyatul Masjid karena alasan hadas atau kesibukan tertentu (seperti saat khutbah Jumat berlangsung), maka disunnahkan untuk menggantinya dengan membaca kalimat thayyibah: "Subhanallah wal hamdu lillahi walaa ilaa ha illaloh hu allahu Akbar" sebanyak empat kali.
Menutup rangkaian acara, Kepala KUA Kebasen memberikan kesimpulan sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran. Beliau menekankan pentingnya sikap rendah hati dalam menuntut ilmu agama sebagai bekal akhirat.
"Semakin kita belajar, ternyata semakin kita merasa banyak yang tidak tahu. Ilmu agama, mulai dari tata cara wudhu hingga kandungan ayat suci, harus benar-benar dipelajari dengan sungguh-sungguh," tegasnya.
Selain menguraikan kandungan Surat Al-Baqarah mengenai karakteristik Bani Israil, Kepala KUA juga memanfaatkan momentum ini untuk melakukan koordinasi internal terkait pelayanan publik, khususnya mengenai persyaratan pendaftaran nikah yang harus dipenuhi oleh calon pengantin. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama, menandai komitmen KUA Kebasen dalam mengintegrasikan peningkatan kualitas spiritual dengan profesionalisme layanan.
2.png)