Perpisahan dengan Tiga Guru MAN 3 Banyumas: Ungkapan Hati Itu Airmata

Oleh MAN 3 Banyumas
SHARE

Banyumas—MAN 3 Banyumas harus kehilangan 3 orang guru sekaligus. Ketiga guru tersebut adalah Nurhijriyah Wahyusari, S.Pd.Jas. guru Penjasorkes, Megawati, S.Pd. guru Bahasa Indonesia, dan Siti Aldila, S.Pd. guru Bahasa Inggris. Mereka sudah tidak lagi tercatat sebagai guru Mantibas karena harus berpindah tempat tugas. Perpisahan dengan ketiga guru tersebut dilaksanakan Senin (18/7) di Ruang Laboratorium Kimia. Perpisahan diikuti semua guru dan pegawai Mantibas.

Nurhijriyah yang telah mengabdikan diri di Mantibas sebagai GTT selama 8 tahun telah diangkat sebagai PNS di SDN 1 Kemawi per 1 Desember 2020. Namun, karena saat itu masa Pandemi dan tidak boleh mengadakan acara yang menghadirkan banyak orang, maka acara perpisahan dengan Nurhijriyah baru bisa dilaksanakan. Megawati yang telah mengabdikan diri di Mantibas sebagai GTT selama 6 tahun telah diangkat sebagai PPPK dengan SK per 1 Juni 2022 dan ditempatkan di SMA N 1 Sumpiuh. Sedangkan Siti Aldila merupakan PNS yang telah mengabdikan diri di Mantibas selama 13 tahun dan mengajukan mutasi ke MAN 1 Cilacap supaya lebih dekat dengan tempat tinggal. SK mutasi telah terbit dan secara resmi Aldila sudah berpindah tempat tugas di MAN 1 Cilacap sejak 1 Juli 2022.

Saat menyampaikan kata-kata perpisahan secara bergantian, baik Aldila, Megawati, maupun Nurhijriyah, tidak bisa menahan air mata. Tentu saja hal itu menjadikan suasana begitu mengharukan. Ketiganya menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih telah diterima dengan sangat baik selama menjadi bagian dari keluarga besar Mantibas. Di penghujung keharuan, tiba-tiba suasana menjadi cair oleh gelak tawa. Nurhijriyah pada akhir kata-kata perpisahan mengungkapkan, “Saya sangat terkesan dan berterima kasih sekali karena saat bapak saya sakit, beberapa kali masuk rumah sakit, keluarga Mantibas selalu hadir untuk men-support kami. Begitu pun saat Bapak saya akhirnya meninggal, keluarga Mantibas juga hadir untuk men-support dan menguatkan,” ungkapnya diselingi isak tangis. Lalu lanjutnya, “Bahkan saat saya hamil, melahirkan, lalu hamil lagi, melahirkan lagi, Bapak Ibu pun selalu hadir …,” dan sontak suasana haru penuh tangis pun berubah menjadi gelak tawa. Semua yang hadir tak mampu menahan tawa, termasuk Nurhijriyah sendiri. Suasana kekeluargaan pun semakin terlihat dalam keakraban tersebut.

Dalam sambutan perpisahannya, Suratno selaku kepala Mantibas menyampaikan, ”Ungkapan itu kata-kata, ungkapan hati itu airmata. Kita telah menyaksikan sendiri tadi, ketiga saudara kita telah mengungkapkan hatinya dan semuanya dengan air mata. Ketika orang sakit, maka ingat nikmatnya sehat. Ketika berpisah, kita ingat kebaikan orang itu ketika masih bersama kita. Saat Bu Aldila, Bu Mega, dan Bu Nurhijriyah pindah, kita merasa kehilangan karena sebenarnya kita memang membutuhkan mereka. Tapi saat kita tahu bahwa mereka juga punya kepentingan, dan kita tidak bisa menentukan segala sesuatu hanya untuk kepentingan kita saja tapi juga ada kepentingan orang lain, maka kita rela melepaskan mereka dengan penuh ridlo.” Akhirnya Suratno berharap, “Semoga Ibu bertiga merasa nyaman di tempat tugas baru, dapat berprestasi, baik bagi tempat kerja maupun dirinya. Selamat menunaikan tugas di tempat baru, semoga Allah senantiasa memberikan pertolongan. Terima kasih atas jasa-jasanya pada MAN 3 Banyumas,” pungkasnya.

Ketiga guru selanjutnya menerima kenang-kenangan dari madrasah, dari bapak ibu guru dan pegawai Mantibas, dari ukhuwah Mantibas, dan dari Dharma Wanita UP Mantibas. Kegiatan bersalaman mengakhiri acara perpisahan. Saat bersalaman dengan sesama ibu guru/pegawai dilanjutkan dengan pelukan hangat disertai isak tangis penuh keharuan. Begitulah jika rasa kekeluargaan telah melekat erat dalam sanubari, terasa sangat berat saat hendak berpisah meskipun perpisahan bukan berarti memutus tali silaturahmi.

(Tim Media MAN 3 Banyumas)