HUT RI #81

Persiapan Lahir Batin untuk menyongsong Ramadhan

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
03 Feb 2026
22x dibaca
SHARE

Banyumas — Di tengah sejuknya suasana Bulan Sya’ban, suara anak-anak mengaji terdengar merdu dari TPQ Nurul Huda. Pada sore yang sarat makna itu, Muhammad Taubah, Penyuluh Agama KUA Jatilawang, hadir membersamai para santriwan untuk menanamkan bekal penting: persiapan lahir dan batin dalam menyongsong datangnya Bulan Ramadhan.

Dengan bahasa yang lembut dan penuh kasih, Muhammad Taubah menyampaikan bahwa Sya’ban adalah jembatan ruhani menuju Ramadhan. Ia mengajak para santri memahami bahwa berpuasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih hati agar bersih dari sifat buruk serta membiasakan diri dengan amal-amal kebaikan.

“Ramadhan adalah tamu agung. Maka ia harus disambut dengan hati yang bersih dan niat yang tulus,” tutur Muhammad Taubah, disimak dengan antusias oleh santri-santri yang duduk rapi, mata mereka berbinar penuh rasa ingin tahu.

Dalam pengajarannya, ia menekankan pentingnya persiapan lahir seperti menjaga kesehatan, membiasakan ibadah, serta disiplin waktu. Sementara persiapan batin diarahkan pada memperbaiki akhlak, memperbanyak doa, dan memohon maaf kepada orang tua, guru, serta sesama teman. Nilai-nilai tersebut disampaikan dengan kisah-kisah sederhana yang dekat dengan dunia anak-anak, sehingga mudah dipahami dan meresap ke dalam hati.

Para santri tampak bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. Bagi mereka, pembelajaran ini bukan sekadar pelajaran agama, melainkan nasihat kehidupan yang akan menjadi cahaya penuntun dalam menjalani ibadah puasa kelak.

Kegiatan pembinaan di TPQ Nurul Huda ini mencerminkan peran strategis penyuluh agama dalam membentuk karakter generasi muda sejak dini. Melalui sentuhan edukasi yang hangat dan membumi, nilai-nilai keislaman ditanamkan tidak hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai laku hidup sehari-hari.

Menjelang akhir kegiatan, senyum merekah di wajah para santriwan. Dari ruang belajar sederhana itu, tumbuh harapan besar—bahwa Ramadhan nanti akan disambut dengan jiwa-jiwa yang siap, hati yang bening, dan semangat ibadah yang menyala, hasil dari persiapan yang ditanamkan sejak Bulan Sya’ban.