Persiapan Shalat Idul Fitri di Alun-Alun Purwokerto Matang, Petugas Lintas Iman Turut Diterjunkan
Purwokerto – Menyongsong hari kemenangan umat Islam, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas menggelar rapat koordinasi intensif yang digelar di aula Al Ikhlas guna membahas persiapan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H / 2026 M yang direncanakan berpusat di Alun-Alun Purwokerto. Rabu, (11/03)
Rapat yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kasi Bimas Islam Kemenag Banyumas Agus Setiawan, perwakilan Kesra Pemda Banyumas Ngisom, serta Muhilal dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas. Turut hadir pula duet Penyuluh Agama Islam Purwokerto Timur, Farkhan Sya'bani dan Yayuk Septimawati, beserta 10 orang penyuluh agama lainnya dan perwakilan penyuluh lintas iman.
Dalam sambutannya, Kasi Bimas Islam, Agus Setiawan, menekankan bahwa kepastian tanggal pelaksanaan Shalat Id tetap merujuk pada ketetapan pemerintah pusat.
"Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Alun-Alun Purwokerto nantinya tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama yang diperkirakan jatuh pada tanggal 20 atau 21 Maret 2026," jelas Agus.
Ia juga memaparkan kesiapan personel lapangan. Sebanyak 10 penyuluh agama Islam, 15 penyuluh lintas iman, serta tim dari Bimas Islam akan diterjunkan untuk memastikan kekhusyukan dan kelancaran ibadah di ruang publik tersebut.
Lebih lanjut, Agus Setiawan merinci susunan petugas yang akan memandu jalannya ibadah Shalat Idul Fitri 1447 H. Imam: Ust. Kholid Nur Hasyim (Guru MTs Al Hidayah Kroya). Khotib: Drs. H. Muhamad Ridwan (Baznas). Bilal & Takbir: Zaenur Rokhman (Penyuluh Ajibarang) dan Fatkhan (Penyuluh Sokaraja)
Sementara itu, perwakilan Kesra Pemda Banyumas, Ngisom, dalam sambutan dan arahannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antar-instansi. Ia menekankan pentingnya koordinasi teknis, mulai dari pengaturan saf jemaah hingga kebersihan lokasi pasca-kegiatan.
Ngisom menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah akan memberikan dukungan penuh, terutama terkait fasilitas publik dan mobilisasi petugas di lapangan agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman dan tertib. Keterlibatan penyuluh lintas iman dalam kepanitiaan ini juga dipuji sebagai simbol kuatnya toleransi di Kabupaten Banyumas. (jw)
