Perubahan Nama dalam Buku Nikah Adalah Hak dan Kepastian Identitas Masyarakat
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas — Di ruang pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang, ketulusan kembali hadir melalui tangan-tangan pengabdian yang bekerja tanpa banyak sorotan. Hari itu, Muji Riyanti, staf KUA Jatilawang, melaksanakan pelayanan kepada warga yang datang berkonsultasi mengenai perubahan nama dalam buku nikah, sebuah urusan administrasi yang bagi sebagian orang mungkin tampak kecil, namun sesungguhnya menyimpan makna besar dalam perjalanan hidup seseorang. Selasa (05/05/26)
Dengan senyum hangat dan tutur kata yang menenangkan, Muji Riyanti menerima warga yang datang membawa berkas-berkas penting dengan wajah penuh harap. Ia mendengarkan setiap penjelasan dengan sabar, memeriksa dokumen secara teliti, serta memberikan arahan mengenai prosedur dan persyaratan perubahan data agar proses dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di balik lembaran buku nikah yang tampak sederhana itu, tersimpan kisah panjang tentang identitas, perjalanan rumah tangga, dan harapan akan tertibnya kehidupan administrasi keluarga. Karena itulah, pelayanan tersebut tidak hanya menjadi urusan pencocokan nama semata, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap hak dan kepastian identitas masyarakat.
“Pelayanan ini kami lakukan agar masyarakat merasa terbantu dan memperoleh kejelasan dalam administrasi pernikahan mereka,” ujar Muji Riyanti dengan penuh kelembutan saat memberikan penjelasan kepada warga.
Suasana konsultasi berlangsung penuh keakraban. Warga yang semula tampak cemas karena khawatir mengalami kesulitan administrasi perlahan terlihat lega setelah memperoleh penjelasan yang jelas dan mudah dipahami. Dengan penuh empati, Muji Riyanti memastikan setiap pertanyaan dijawab dengan baik, sehingga masyarakat tidak merasa bingung menghadapi proses yang harus dijalani.
Pelayanan tersebut menjadi cerminan nyata bahwa KUA hadir bukan sekadar sebagai lembaga pencatat pernikahan, tetapi juga sebagai tempat masyarakat mencari solusi atas berbagai persoalan administrasi keagamaan dan keluarga. Ketelitian serta kesabaran yang ditunjukkan Muji Riyanti menjadi bentuk pengabdian yang sering kali tak terlihat, namun sangat berarti bagi masyarakat kecil yang membutuhkan kepastian dan bantuan.
Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tuntutan, sikap ramah dan humanis dalam pelayanan publik menjadi sesuatu yang begitu menyejukkan hati. Dari balik meja pelayanan KUA Jatilawang, Muji Riyanti menunjukkan bahwa tugas melayani bukan hanya menyelesaikan dokumen, melainkan juga menjaga ketenangan, menghapus kegelisahan, dan menghadirkan rasa dihargai bagi setiap warga yang datang.
Hari itu, bukan hanya perubahan nama dalam buku nikah yang diproses. Ada harapan yang dirapikan, ada ketenangan yang dihadirkan, dan ada ketulusan pelayanan yang diam-diam menjadi penguat bagi masyarakat dalam menjalani perjalanan hidup dan rumah tangga mereka.
