PPL Mahasiswa UIN Saizu di KUA Resmi Berakhir, Sinergi Akademik dan Praktis Terus Terjalin
Purwokerto – Kepala KUA Purwokerto Timur, Zangim Fiddaroin, secara resmi menyambut kedatangan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Syufa'at, dalam rangka acara penarikan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Jumat (06/02).
Acara yang berlangsung khidmat di ruang pertemuan KUA ini menandai berakhirnya masa praktik bagi dua mahasiswi UIN Saizu, yakni Fitriani dan Tri Nur Nadhifah, yang telah menimba ilmu selama satu bulan terakhir.
Dalam sambutannya, Zangim Fiddaroin menyampaikan apresiasi atas kontribusi positif yang diberikan para mahasiswa selama bertugas di KUA Purwokerto Timur.
"Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran para mahasiswa PPL. Mereka tidak hanya belajar, tetapi juga membantu efektivitas pelayanan di kantor kami. Saya berharap ilmu praktis yang didapat di sini, mulai dari administrasi perkantoran hingga pemahaman regulasi keagamaan, dapat menjadi bekal berharga untuk dunia kerja nantinya," ujar Zangim.
Dosen Pembimbing Lapangan, Syufa'at, dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada pihak KUA yang telah membimbing mahasiswanya dengan baik. Beliau menekankan bahwa selesainya masa PPL bukanlah akhir dari hubungan baik ini.
"Secara administrasi kampus, PPL memang sudah selesai dalam kurun waktu satu bulan. Tetapi saya berpesan kepada mahasiswa, jangan sampai putus silaturahmi, silatul ilmi, dan silatu rizqi. Hubungan akademik boleh usai, namun hubungan persaudaraan dan jejaring ilmu harus tetap terjaga," tegas Syufa'at.
Mewakili rekan-rekannya, Fitriani mengungkapkan rasa haru dan bangganya bisa merasakan atmosfer kerja di KUA Purwokerto Timur secara langsung.
"Selama melaksanakan PPL di sini, kami mendapatkan banyak sekali pelajaran yang tidak kami temukan di bangku kuliah. Para staf KUA sangat ramah dan sabar dalam membimbing kami. Ini adalah pengalaman yang luar biasa bagi kami untuk memahami realitas pelayanan publik di bidang keagamaan," ungkap Fitriani.
Acara penutupan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan kenang-kenangan sebagai simbol sinergi yang harmonis antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah. (jw)
