Rawat Hati dengan Istiqomah, Penyuluh Sampaikan Kunci Jaga Konsistensi Ketaatan di MT Nurul Iman Cihonje

Oleh HUMAS
SHARE

Gumelar – Guna memperkokoh spiritualitas dan keteguhan iman warga, Majelis Taklim (MT) Nurul Iman Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, menggelar kegiatan penyuluhan keagamaan. Pertemuan rutin yang dihadiri oleh jamaah setempat ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam, Kambali, yang menyampaikan materi mendalam bertajuk "Merawat Hati dengan Istiqomah", Kamis (04/06).

Mengawali ceramahnya dengan puji syukur kehadirat Allah SWT serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, Kambali menekankan bahwa kehadiran Bapak dan Ibu jamaah di majelis ilmu merupakan langkah awal yang sangat berharga dari sebuah proses ketaatan yang berkesinambungan.

Dalam pemaparannya, Kambali menjelaskan secara detail mengenai esensi dari sifat istiqomah. Menurutnya, istiqomah bukan sekadar berbuat kebaikan sesekali, melainkan sebuah kontinuitas atau kesinambungan dalam jalan kebaikan.

"Secara bahasa, istiqomah berarti lurus dan tidak berbelok. Sedangkan secara istilah, makna istiqomah adalah meneguhkan pendirian kita dalam menjalankan segala perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Sifat ini harus dipertahankan dalam kondisi apa pun, baik dalam situasi suka maupun duka," jelas Kambali di hadapan para jamaah MT Nurul Iman.

Ia juga mengajak jamaah untuk merefleksikan diri secara jujur mengapa menjaga keistiqomahan di zaman sekarang terasa sulit. Menurutnya, hambatan utama tersebut terbagi menjadi dua faktor:

  • Faktor Internal: Datang dari dalam diri sendiri berupa munculnya rasa bosan (futur), godaan hawa nafsu, serta kurangnya rasa syukur atas nikmat yang diberikan.

  • Faktor Eksternal: Datang dari lingkungan pergaulan, kesibukan urusan duniawi yang sering kali menyita waktu, hingga tantangan perkembangan zaman yang semakin dinamis.

Untuk menyiasati padatnya kesibukan warga Desa Cihonje agar tetap konsisten dalam beribadah, Kambali membagikan tiga kunci utama yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, meluruskan niat. Setiap langkah menuju majelis ilmu dan setiap amal kebaikan harus diniatkan murni sebagai bentuk pengabdian kepada Allah, bukan demi mengharapkan pujian manusia. Kedua, berteman dengan orang sholeh. Lingkungan sosial sangat berpengaruh besar, sehingga menjaga silaturahmi antar-sesama anggota jamaah MT Nurul Iman menjadi benteng untuk saling mengingatkan dan menjaga semangat ibadah.

Ketiga, menerapkan prinsip sedikit tetapi terus-menerus. Kambali kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara konsisten (istiqomah) meskipun jumlahnya sedikit. Sebagai contoh nyata, rutin membaca beberapa ayat Al-Qur'an setiap hari jauh lebih baik daripada membaca dalam jumlah banyak namun hanya dilakukan sesekali.

Menutup penyuluhan tersebut, Kambali mengingatkan bahwa istiqomah adalah karamah atau kemuliaan terbesar yang bisa diraih oleh seorang hamba di mata Allah SWT. Ia berharap, momentum berkumpulnya warga di MT Nurul Iman ini dapat menjadi sarana untuk saling menguatkan, sehingga seluruh jamaah diberikan kekuatan untuk tetap berada di jalan Allah hingga akhir hayat (husnul khotimah).