Rawat Mahabbah kepada Rasulullah dalam Rutinan Shalawat Al-Barzanji
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas — Di tengah derasnya arus perkembangan zaman yang kerap menyita perhatian generasi muda, masih ada ruang-ruang kecil yang tetap dipenuhi cahaya keimanan. Dari sebuah masjid yang sederhana, lantunan shalawat menggema lembut menembus malam, menghadirkan ketenangan bagi hati yang mendengarnya. Di sanalah, Dwi Astuti, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang, dengan penuh ketulusan membimbing Remaja Masjid Miftahul Huda dalam kegiatan rutin membaca Shalawat Al-Barzanji. Senin (29/06)
Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan spiritual bagi generasi muda agar semakin mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. Melalui lantunan syair-syair Al-Barzanji yang berisi kisah kelahiran, perjuangan, dan kemuliaan Rasulullah SAW, para remaja diajak menumbuhkan kecintaan yang mendalam kepada sosok teladan sepanjang zaman.
Dengan penuh kesabaran, Dwi Astuti membimbing para peserta agar tidak hanya mampu membaca setiap bait dengan baik dan benar, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya. Baginya, keindahan lantunan shalawat akan semakin sempurna ketika mampu menghadirkan akhlak Rasulullah dalam perilaku sehari-hari.
Suasana majelis berlangsung penuh kehangatan. Para remaja duduk melingkar dengan kitab Al-Barzanji di tangan, melantunkan shalawat secara khusyuk dan penuh penghayatan. Di sela-sela pembacaan, Dwi Astuti memberikan nasihat, motivasi, serta penjelasan mengenai nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW yang relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini, seperti kejujuran, kesederhanaan, tanggung jawab, dan kasih sayang kepada sesama.
Menurutnya, pembinaan remaja masjid tidak cukup hanya dengan memberikan pengetahuan agama, tetapi juga perlu menghadirkan ruang kebersamaan yang menumbuhkan rasa cinta terhadap masjid, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta membangun karakter yang kuat di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.
Kegiatan rutin membaca Shalawat Al-Barzanji menjadi bukti bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan akhlak, dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi generasi penerus. Dari lantunan shalawat yang sederhana itu tumbuh harapan besar agar para remaja kelak menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Sebagai Penyuluh Agama KUA Jatilawang, Dwi Astuti terus berkomitmen mendampingi masyarakat melalui berbagai kegiatan pembinaan keagamaan. Kehadirannya di tengah remaja masjid mencerminkan semangat pelayanan yang tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga membangun kedekatan, memberikan motivasi, dan menanamkan nilai-nilai Islam dengan pendekatan yang penuh kasih sayang.
Di balik setiap bait shalawat yang dilantunkan, tersimpan doa-doa yang mengalir tanpa henti. Ada harapan orang tua yang mendambakan anak-anaknya tumbuh menjadi generasi saleh dan salehah. Ada ketulusan para pembina yang rela meluangkan waktu demi membentuk karakter pemuda yang cinta agama. Dan ada mimpi besar tentang masa depan umat yang akan dipimpin oleh generasi yang menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam setiap langkah kehidupan.
Semoga kegiatan rutin membaca Shalawat Al-Barzanji yang dibimbing oleh Dwi Astuti senantiasa membawa keberkahan bagi Remaja Masjid Miftahul Huda dan masyarakat sekitarnya. Sebab ketika shalawat terus bergema dari bibir para pemuda, sesungguhnya harapan akan lahirnya generasi yang mencintai Allah dan Rasul-Nya sedang bertumbuh dengan indah. Dari masjid yang sederhana itulah, cahaya peradaban akan terus menyala, menerangi hati, menguatkan iman, dan menghidupkan semangat untuk menebarkan kasih sayang kepada seluruh umat manusia.
