Refleksi Hari Kartini: Penyuluh KUA Ajak Ibu-Ibu Jadi Madrasah Pertama yang Berilmu
Oleh KUA Somagede
Somagede – Semangat perjuangan R.A. Kartini kembali menggema di Grumbul Karanganyar. Suasana Majlis Taklim Mar'atus Shalehah Desa Somagede RT 02 RW 08 tampak lebih khidmat dari biasanya. Kehadiran dua sosok Penyuluh Agama Islam dari KUA Somagede, Mir'atul Husna, dan Nuryati, memberikan warna tersendiri dalam pengajian rutin mingguan tersebut. Selasa (21/04)
Acara dibuka dengan pembacaan Rotibul Hadad yang dipimpin langsung oleh Mir'atul Husna. Suara lantunan zikir dan doa memenuhi ruangan, menciptakan atmosfer yang tenang sebelum memasuki sesi materi. Tradisi pembacaan rotib ini memang menjadi agenda pembuka rutin untuk memperkuat spiritualitas jamaah sebelum menerima siraman rohani.
Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kartini, Nuryati dalam tausiyahnya mengajak para jamaah untuk membedah kembali makna perjuangan sosok Kartini dalam perspektif Islam. Menurutnya, emansipasi bukan sekadar persamaan hak, melainkan tentang kualitas diri.
Ada tiga poin penting (hikmah) yang ditekankan Nuryati bagi para ibu masa kini:
-
Semangat Belajar (Wanita sebagai Madrasah Utama): Nuryati menegaskan bahwa ibu adalah sekolah pertama (Al-Ummu Madrasatul Ula) bagi anak-anaknya. "Maka, ilmu adalah senjata utama. Jangan pernah berhenti belajar karena dari tangan ibulah karakter generasi mendatang dibentuk," tuturnya.
-
Kemanfaatan bagi Sesama: Ilmu yang diperoleh di Majlis Taklim tidak boleh berhenti di catatan saja. Nuryati berpesan agar ilmu tersebut menjadi solusi nyata atas permasalahan di tengah masyarakat.
-
Amanah dan Integritas: Sebagai bentuk jihad masa kini, Nuryati menyoroti pentingnya menjaga integritas. Menjalankan tugas—baik sebagai ibu rumah tangga maupun abdi negara—dengan penuh tanggung jawab adalah wujud pengabdian yang nyata kepada Tuhan dan negara.
"Menjadi wanita hebat tidak harus meninggalkan kodrat, tapi dengan meningkatkan martabat melalui ilmu dan manfaat."
Kegiatan rutin setiap Selasa siang ini diharapkan terus menjadi wadah bagi perempuan di Desa Somagede untuk memperkuat fondasi agama sekaligus memperluas wawasan sosial. Dengan bimbingan dari para penyuluh profesional, Majlis Taklim Mar'atus Shalehah optimis dapat mencetak sosok "Kartini masa kini" yang religius dan berdaya. (Nuryati)
