RRI Purwokerto Menyapa, Cek Kesehatan Bagi Calon Pengantin, Seberapa Penting ?
Oleh Seksi Bimas
Purwokerto - Radio Republik Indonesia (RRI) Purwokerto menghadirkan siaran khusus dengan narasumber H. Agus Setiawan, Kasi Bimas Islam. Tema yang diangkat adalah "Cek Kesehatan Bagi Calon Pengantin, Seberapa Penting". Dalam pemaparannya, Agus Setiawan menegaskan bahwa kesehatan merupakan syarat utama untuk mewujudkan tujuan pernikahan sebagai ibadah dan sarana membangun keluarga. Rasulullah SAW menganjurkan memilih pasangan yang sehat agar tercipta rumah tangga harmonis dan keturunan berkualitas. Rabu (06/05)
Kasi Bimas Islam menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan pranikah kini telah menjadi bagian dari bimbingan perkawinan yang diselenggarakan Kementerian Agama. Materi kesehatan disampaikan secara khusus oleh tenaga kesehatan maupun narasumber agama. Calon pengantin diberikan penjelasan lengkap mengenai manfaat, jenis pemeriksaan, serta dampaknya bagi kehidupan rumah tangga. Pemeriksaan ini tidak hanya bersifat edukasi, tetapi juga menjadi dokumen pendukung dalam proses administrasi pernikahan di KUA.
Kementerian Agama mendorong pelaksanaan cek kesehatan melalui sosialisasi di KUA, lembaga pendidikan agama, dan masjid. Selain itu, materi kesehatan dimasukkan dalam program bimbingan perkawinan (Binwin) yang wajib diikuti calon pengantin. Kemenag juga berkoordinasi dengan instansi kesehatan untuk memudahkan akses layanan pemeriksaan. Upaya ini ditegaskan sebagai bentuk tanggung jawab agama dan sosial demi terwujudnya keluarga sehat.
Respon masyarakat terhadap kebijakan ini semakin positif dari tahun ke tahun. Awalnya sebagian calon pengantin menganggap pemeriksaan kesehatan sebagai beban tambahan. Namun setelah mendapat penjelasan, banyak yang menyadari manfaatnya dan melaksanakan pemeriksaan secara sukarela. Dukungan dari tokoh agama dan masyarakat turut memperkuat kesadaran ini, sehingga tingkat kepatuhan terus meningkat secara signifikan.
Sinergi antara Kemenag dan Dinas Kesehatan Banyumas berjalan baik melalui kerja sama dengan puskesmas di setiap kecamatan. Fasilitas kesehatan memberikan layanan prioritas dan bahkan gratis bagi calon pengantin dengan surat pengantar dari KUA. Petugas kesehatan juga aktif menjadi narasumber dalam bimbingan perkawinan. Harapan besar dari program ini adalah terwujudnya keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah dengan generasi sehat secara fisik, mental, dan spiritual.
