Safari Ramadan Putaran Terakhir: Gali Makna Ramadhan

Oleh KUA Purwokerto Barat
SHARE

Banyumas – Memasuki Ramadhan malam ke-16, Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Barat, Iswanto, melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan putaran kesepuluh atau yang terakhir pada Ramadhan tahun ini, di Musholla Al Ihsan Pawelutan Kauman Wetan Pasir Kidul Purwokerto Barat. Kamis (04/03/26)

Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun di bulan Ramadhan ini dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah dan segenap Pengurus Harian, lembaga serta badan otonom MWCNU Purwokerto Barat, Pengurus Takmir dan jama’ah Musholla Al Ihsan yang terdiri dari orang tua, remaja dan anak-anak yang hadir penuh semangat dan antusiasme yang tinggi memadati musholla.

Kegiatan diawali dengan Shalat Isya dan Shalat Tarawih berjama’ah, dilanjutkan dengan sambutan dan mau’idhoh hasanah yang disampaikan oleh Pengurus MWC yang ditunjuk, sesuai jadwal yang telah disusun.

Dalam sambutan yang disampaikan Ketua Tanfidziyah MWCNU Purwokerto Barat, Riswanto Abdul Aziz, beliau mengawali dengan perkenalan dan memberikan pemaparan tentang keorganisasian yang berpijak pada prinsip ajaran Ahlus-Sunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Beliau mengatakan bahwa amaliah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang banyak dilakukan warga NU secara berjama’ah di Indonesia merupakan sebuah kekayaan yang sangat luar biasa. Tidak semua organisasi keagamaan memiliki tradisi ibadah Islami seperti ini.

Amaliah seperti Yasinan, Tahlilan, Sholawatan, Ziarah Kubur dll yang dilakukan bersama-sama harus terus dipertahankan di tengah-tengah masyarakat. Selain sebagai wujud ibadah, amaliah ini juga terbukti mampu merekatkan kebersamaan elemen warga dan juga umat Islam secara umum. Amaliah ini juga mampu menjadi semacam media pertemuan dan komunikasi sekaligus mewujudkan ikatan batin yang kuat antar warga.

“Jika mengaca kepada para ulama dan pendiri bangsa, segala permasalahan rumit bangsa mampu diurai dan diselesaikan dengan tradisi kumpul-kumpul, ngopi bareng, dan pertemuan-pertemuan informal. Dan ini perlu kita teladani terus ke depan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, penekanan tentang aspek ibadah di bulan Ramadhan disampaikan dalam Mau’idhah Hasanah oleh Prof. Sunhaji, salah satu koordinator Lembaga MWCNU Purwokerto Barat. Beliau menyampaikan salah satu hadits tentang kerugian bagi mereka yang tidak bershalawat ketika nama Nabi Muhammad SAW disebut, kemudian kerugian bagi mereka yang di bulan ramadhan ini tidak memperoleh ampunan Allah SWT dan kerugian bagi orang yang mendapati orang tuanya lanjut usia namun tidak berbakti sehingga tidak masuk surga.

Ketua Takmir Musholla Al Ihsan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan serta pesan-pesan keagamaan yang disampaikan. Beliau berharap kegiatan Safari Ramadhan ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi Masjid Musholla lainnya.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib tanpa ada suatu kendala apapun, dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta do’a bersama. (is)